Performa Harry Kane bersama klub dan timnas terus mengundang decak kagum dan pujian dari berbagai kalangan. Selama empat tahun bermain untuk Tottenham Hotspur ia selalu mampu mencetak gol hingga dua digit sejak musim 2014/2015. Prestasi yang sudah pasti tidak mungkin disaingi oleh Conor McGregor.

Memasang Kane di permainan Fantasy Premier League pun seperti menjadi kewajiban. Sejauh ini Kane memang tidak mengecewakan karena selalu mendulang poin. Pada Piala Dunia pertamanya, ia pun tampil tak kalah mengesankan. Baru bermain selama 152 menit saja Kane sudah bisa menghasilkan lima gol.

Namun perjuangan pemain berwajah ganteng pragmatis itu untuk masuk skuat inti Spurs dan tim nasional Inggris ternyata tidak semudah membantu Pak Tarno melakukan prok prok prok. Sebelum selalu menjadi skuat utama seperti sekarang, Kane bahkan hampir bermain untuk Livorno, klub semenjana di Italia.

Pada waktu itu, Kane baru saja menyelesaikan kontrak peminjaman dengan Leicester City. Saat itu Livorno terpaksa turun kasta dan memulai musim 2013/2014 dari Serie B. Demi memperkuat tim, Livorno kemudian berencana untuk mendatangkan pemain baru.

Maunya sih mungkin mendatangkan Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi, tapi hal tersebut sepertinya sulit untuk terjadi. Akhirnya Livorno berniat untuk meminjam Kane. Kedua pihak pun dikatakan sempat melakukan kontak.

https://twitter.com/TeamFA/status/1010894193852547072

Kabar ini bukan muncul dari pesan berantai grup Whatsapp yang katanya bakal sial kalau tidak diteruskan. Namun pernyataan tersebut keluar dari mantan kiper Livorno periode 2005-2008 yaitu Marco Amelia.

Kiper yang namanya digunakan pada lagu “O Amelia” karangan AT Mahmud itu mengatakan  bahwa kegagalan untuk meminjam Kane dari Spurs itu terus disesali Presiden Livorno, Aldo Spinelli.

Memang seperti pepatah lama mengatakan, penyesalan selalu di akhir. Kalau di awal namanya pendaftaran. Siapa yang tahu kalau Kane bakal gacor seperti saat ini. Jika tahu begitu, dijamin bahkan Persija Jakarta rela keluar uang banyak demi merekrut sang pemain.

“Pada 2013 lalu, Harry Kane sangat dekat dengan Livorno. Dan Spinelli masih menyesal hingga saat ini,” ujar Amelia dikutip dari Liputan6.

Penyebab kegagalan tersebut juga diungkapkan oleh Amelia. Ia tidak suka membuat cerita kentang dan tiba-tiba bersambung seperti sinetron di SCTV. Livorno gagal meminjam Kane sebab sang pemain yang menolaknya.

https://twitter.com/Sportive_23/status/1010877151783063557

Penyesalan buat Livorno, tapi syukuran buat Kane. Kalau saja pemain berusia 24 tahun itu jadi gabung Livorno, yang ada justru dia yang menyesal. Belum tentu bisa sebaik sekarang yang rajin langganan gol.

Kane yang kalau dibalik jadi “Enak” sepertinya sudah tahu bakal jago. Padahal andai jadi gabung Livorno, mungkin sudah jadi jawara Serie A. Namun Kane sendiri menolak sebab tidak mau pergi dari Inggris. Kalau Livorno klub liga Inggris bisa jadi mau si Kane.

“Dia (Kane) waktu itu masih sangat muda. Dan dia memutuskan untuk tidak keluar dari Inggris,” katanya menambahkan.

Alhasil hal itu membuat kecewa tak cuma Spinelli saja, tapi juga calon teman-temannya yang kini cuma jadi “mantan calon”. Sebut saja Leandro Greco, Andrea Luci, Joseph Duncan, Andrea Coda, Ishak Belfodil, sampai Marco Benassi.

Akhirnya keputusan Kane memang bisa dibilang tepat. Ia mendapat kesempatan masuk tim utama setelah tidak jadi pindah ke Livorno. Tiga golnya di musim itu menjadi batu lompatan bagi Kane masuk skuat utama “The Lily Whites” sebelum akhirnya menjadi pemain andalan.

https://twitter.com/Squawka/status/1010895891740446720

Main photo: cartilagefreecaptain.sbnation.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here