Ronald Koeman baru-baru ini membeberkan sebuah pernyataan yang cukup ‘waw’. Dia menjelaskan hubungannya dengan penyerang Luis Suarez dan kenapa dia harus dipegat oleh Barcelona.

Suarez yang giginya enggak santai itu memang kurang disukai Koeman. Menurut pelatih yang perawakannya mirip dengan orang Belanda itu, Suarez sudah lewat masa produktifnya.

Padahal, seorang pria itu masa produktifnya sampai 55 tahun. Bahkan kakek-kakek 70 tahunan saja masih ada yang bisa nikah dan punya anak.

Situasinya memang beda dengan pesepak bola. Apalagi seorang striker. Biasanya kalau sudah berkepala 3 something, kemampuan, fisik, dan instingnya sudah menurun.

“Dia saat itu liburan, yang membuat sejumlah hal jadi rumit. Itulah kenapa saya meneleponnya. Tidak ada cara lain,” cerita Koeman membahas masa depan Suarez di Barca kala itu, dikutip Goal.

Koeman lalu terang-terangan bila Suarez tidak dipegat, dia bakal jadikan sebagai camat. Enak betul Suarez, enggak pernah sekolah di IPDN bisa jadi camat. Namun camat yang dimaksud di sini tentu saja cadangan mati.

“Lebih baik menyampaikan pesan secara jujur dan jelas. Suarez masih terikat kontrak dan dia bisa memutuskan bagaimana masa depannya,” sambung Koeman.

“Akan tetapi, saya yakin, itulah satu-satunya opsi yang paling jelas dalam kasus seperti ini [Suarez pergi],” katanya lagi.

“Sudah jelas bahwa segalanya harus berubah. Klub pun berpikir demikian, begitu pula saya. Baik dalam aspek permainan dan juga skuad. Talenta-talenta seperti Ansu Fati dan Pedri sedang berkembang dengan baik dan Luis Suarez menurut opini saya adalah pemain yang akan bermain sedikit di musim ini,” urai Koeman.

Kapten sekaligus ruh dewa Lionel Messi sempat protes terkait keputusan klub dan Koeman dalam mendepak Suarez. Namun sang pelatih yakin, tidak ada dendam di antara mereka. Kedua pihak disebutnya bisa tetap saling menaruh respek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here