Barcelona sepertinya memang hobi menyulitkan diri demi menjadi finalis Copa del Rey musim ini. Tim Katalan itu memang bersusah payah untuk dapat lolos ke babak final.

Kesulitan bukan cuma di laga semifinal lawan Sevilla, tetapi juga di laga-laga sebelumnya bahkan lawan tim dari kasta di bawahnya. Barca sepertinya ingin lolos ke final dengan cara yang dramatis. Buat apa melenggang mudah kalau ada cara yang lebih dramatis?

Barca memang hobi bikin fansnya senam jantung. Lawan Cornella mereka harus mengakhiri laga sampai babak ekstra usai ditahan 0-0, lanjut 2-0. Lalu lawan Rayo Vallecano tertinggal duluan 0-1, lalu di-comeback di sepertiga laga terakhir.

Berikutnya lawan Granada begitu juga. Sudah tertinggal 0-2, lalu di-comeback 3-2, disamakan 3-3, sampai akhirnya menang 5-3 di babak ekstra.

Bertemu Sevilla di semifinal leg pertama, Barca takluk 0-2. Seolah siap-siap dadah-dadah untuk gelar Copa del Rey tahun ini. Soalnya mereka mesti comeback 3-0 di leg kedua.

Namun ternyata semua itu bisa terjadi. Barca mampu menang 2-0 yang menyamakan kedudukan agregat 2-2 di penghujung waktu normal. Setelah itu tambah satu gol dramatis di babak ekstra jadi 3-0. Kalau ada yang dramatis, kenapa pilih yang tidak pakai drama?

https://twitter.com/FCBarcelona/status/1367250597305593856

Barca memang hobi drama. Di kotak penalti saja juga drama mulu minta penalti. Dulu kena timpuk dari fans saja drama, belagak cedera.

Makanya di laga ini terus mencari drama. Biar rating-nya tinggi meski belum bisa mengalahkan Ikatan Cinta.

Langkah Barca dipermudah dengan adanya gol cepat dari Ousmane Dembele. Dembele melepaskan tendangan kaget yang bikin kaget kiper Sevilla, Tomas Vaclik.

Namun setelah itu mereka tampak buntu. Peluang besar buat Sevilla setelah mendapatkan voucher penalti pada menit ke-73. Namun malah disia-siakan Lucas Ocampos. Padahal kalau itu masuk, sudah hampir jelas lah siapa pemenangnya.

Bola bisa ditangkap Marc Andre Ter Stegen dengan mudah sekali. Membuat Barcelona still alive.

Sampai menit ke-93, Barca mendapat peluang tendangan sudut. Namun gagal dimanfaatkan, bola dihalau dan jatuh di kaki mulus Antoine Griezmann.

Griezmann lalu beri umpan silang manja yang disambut sundulan kepala atas Gerard Pique. Duar! Barca bagaikan orgasme enak sampai lemas. Semua pemain Barca merayakannya tanpa terkecuali. Benar-benar di ujung dan dramatis sekali.

Di babak ekstra, Martin Braithwaite mencetak gol kemenangan lagi-lagi lewat sundulan kepala usai menerima umpan Jordi Alba. Sevilla tertunduk lemas, tak mampu berkata apa-apa lagi.

Dengan skor 3-0, maka kedudukan agregat jadi 3-2 untuk keunggulan Barcelona.

Saya sangat bangga dengan tim saya. Saya tidak bisa meminta lebih banyak, sungguh. Kami telah mengubah pola pikir tim,” kata Ronald Koeman.

“Saya berharap kami menjalaninya dengan 100 ribu orang di Camp Nou. Saya harap beberapa orang Catalan bisa datang pada laga final di Sevilla,” pungkas pelatih berpaspor Belanda tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here