Partai Derby d’Italia akhirnya dimenangkan oleh Inter Milan. Setelah sekian lama Inter enggak menang-menang dari panitia liga, Juventus, akhirnya bisa menang juga dengan skor 2-0.

Entah kapan terakhir kali Inter mengalahkan Juve. Kayaknya waktu Ahok masih jadi gubernur DKI atau waktu Bolatory follower-nya masih puluhan. Memang paling susah lawan panitia alias yang punya liga. Mau macem-macem, panitia bisa ubah “aturan“ sesuka hatinya.

Musim lalu saja, Inter dikalahkan dua kali dengan skor 2-1 dan 2-0. Alhamdulillah, musim ini dendam terbalaskan dengan menang 2-0.

Dari awal Inter memang sudah “megang” banget alias mengontrol laga. Mereka mainnya rapi kayak kemeja kantor. Tanpa celah, minim lipatan lecek.

Juve memang kesulitan dan minim kreasi. Apalagi sudah dibobol mantan tak lama pertandingan dimulai. Arturo Vidal yang punya tato scudetto bersama Juventus lagi lupa dengan tatonya itu.

Dia membobol gawang Juve dengan tandukan memanfaatkan umpan Nicolo Barella. Padahal rambutnya tajam berdiri, tapi bola tak meletus dibuatnya.

Inter harusnya bisa menang 4-0 di babak pertama andai peluangnya tak disia-siakan. Lautaro Martinez yang dapat bola muntah malah ditembak melayang mengganggu penerbangan domestik.

Di babak kedua, Juve tak banyak perubahan. Samir Handanovic senang karena hobinya berbengong-bengong ria bisa dia lakukan sepanjang laga. Soalnya hampir enggak ada peluang berbahaya dari Juve, paling sekali-dua kali saja. Cuma buat geli-geli.

Inter menambah keunggulan lewat aksi umpan panjang Jakarta-Surabaya dari Alessandro Bastoni. Umpannya sangat akurat dan terukur langsung sampai kepada Barella.

Barella yang lolos dari pengawalan dengan mudah menembaknya ke gawang kiper Juve yang namanya susah disebut.

Inter pun menang dan Juve mengakui kekalahannya.

https://twitter.com/brfootball/status/1350921466032885760

“Dari awal kami mengambil sikap yang salah dalam memulai laga. Para pemain tidak memiliki semangat yang cukup untuk memenangi laga ini,” ujar Andrea Pirlo.

Sementara itu, Antonio Conte, tidak setuju kalau jabatan Juventus sebagai ketua panitia liga disebut telah berakhir. Conte memang tahu banget daleman sang mantan.

Conte mengatakan, dominasi Juventus belum tentu berakhir dalam waktu dekat karena mereka terus berinovasi. Selain mempertahankan pemain-pemain kenyang pengalaman seperti Gianluigi Buffon, Leonardo Bonucci dan Giorgo Chiellini, Juventus juga mendatangkan pemain muda yang dapat jadi andalan.

“Kami mempersiapkan diri dengan baik dan sangat memuaskan ketika melihat kami benar tentang hal-hal yang kami pikir dapat merugikan Juventus. Para pemain mengikuti rencana dengan sempurna dan saya sangat senang untuk mereka,” ujar Conte dikutip Okeone.

“Dominasi berakhir jika Juventus tidak memperbaiki dan berinovasi. Juventus terus melakukannya dengan baik selama bertahun-tahun, salah satunya dngan mempertahankan kerangka tim seperti Chiellini, Bonucci dan Buffon,” kata Conte mengutip dari Football Italia.

“Selain itu, Juventus melakukan pekerjaan yang hebat dengan menambahkan Morata, Kulusevski, McKennie dan Chiesa musim ini. Artinya, ada visi dan misi besar dari mereka,” tutup Conte.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here