Juventus kembali ke setting-an awal musim yakni bermain kocak dan menelan kekalahan. Menjamu Sassuolo di markasnya sendiri, mereka kalah sesak 1-2 di penghujung laga. Ada baiknya Juventini tidak membuka media sosial dulu beberapa hari ke depan.

Juve di awal-awal musim memang tampil culun dan tak konsisten. Namun setelah beberapa laga baru dapat kemenangan sampai 6x beruntun bahkan 4x cleansheet beruntun. Namun setelah melawan Inter dan Sassuolo ini, tampaknya mereka kembali ke settingan default.

Juve awalnya berniat cetak gol cepat dengan melakukan pressing mantap ke Sassuolo. Sempat getir, Sassuolo ternyata mampu keluar dari tekanan dan malah mencetak gol duluan.

Lewat sebuah skema sederhana, Gregoire Defrel dan Davide Frattesi mampu menembus pertahanan Juve yang dikawal bek-bek tangguh. Frattesi entah gimana lepas dari pengawalan dan mampu menjebol gawang kiper ganteng Mattia Perin.

Di babak kedua Juve memasukkan banyak pemain depan. Tujuannya biar bikin gol balasan dan menang. Cuma memang dasar apes, ada saja penghalangnya. Tendangan Juan Cuadrado ditepis bek Sassuolo di garis gawang. Ada juga yang kena tiang.

Juve baru bisa balas lewat sundulan Weston McKennie memanfaatkan tendangan bebas Paulo Dybala pada menit ke-76. Merasa penasaran, Juve memasukkan pemain depan lagi buat meraih kemenangan.

Main di kandang sendiri, haram hukumnya dong kalau cuma seri. Eh ternyata malah kalah. Sebuah serangan gagal di menit akhir mampu dimanfaatkan Sassuolo untuk nge-counter.

Domenico Berardi lalu memberikan umpan LDR kepada Maxime Lopez. Lopez yang sendirian tanpa pengawalan ngacir hingga ke depan gawang dan sukses menyendok bola melewati Perin.

Sungguh menyesakkan dada. Kebobolan pada menit ke-95 alias hanya 30 detik saja menuju peluit akhir. Kalau tahu begini, ngapain repot-repot menyerang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here