Masyarakat Indonesia harus kembali mengalami duka. Berita duka cita tentu bukan dari meninggalnya seseorang, melainkan timnas Indonesia yang kalah lagi-kalah lagi. Setelah U-23, kini giliran U-18 yang keok di semifinal di ajang berbeda.

Entah ada apa dengan Indonesia. Mungkin kurang doa dan ibadah. Atau kalau perlu dirukyah sekalian biar keberuntungan sekali-sekali hinggap buat tim Merah-Putih. Sekaligus berkaca dosa apa yang kerap kita sebagai warga Indonesia suka perbuat.

Mulai dari nyinyir di media sosial, cuma bisanya mengkritik doang, atau melanggar rambu lalu lintas seperti melawan arah. Entah.

Bermain melawan Thailand di semfinal, tim asuhan Indra Sjafri benar-benar kurang beruntung atau kurang hoki. Memang bukan lagi main hoki, tapi selain lawannya juga enggak mau kalah, entah kenapa sepertinya gol sulit sekali diraih.

Bahkan, timnas kehilangan satu pemain usai Saddil Ramdani diusir wasit keluar lapangan gara-gara menyikut lawan. Memang, dalam tayangan ulang Saddil duluan yang dijahili dengan ditendang pakai dengkul oleh pemain Thailand entah siapa namanya. Pokoknya susah dihafal.

Gara-gara kena dengkul dari belakang, Saddil langsung refleks menyikut sang pemain hingga kesakitan. Setelah rada lama mengambil keputusan, wasit akhirnya mengeluarkan kartu berwarna merah. Kalau kartu remi biasa dipakai buat main gaple.

Di sinilah Coach Indra merasa kurang adil. Harusnya pemain Thailand juga mendapat kartu dan Saddil cukup diberikan kartu kuning terlebih dahulu. Tapi sebagian pihak ada yang berpendapat kalau pemain Persela Lamongan itu memang layak diganjar kartu merah.

“Kartu merah Saddil, insiden tersebut di depan saya, dia kena sikut, Saddil langsung merespon. Saya menyayangkan wasit langsung beri kartu merah dia,” kata Indra dikutip Tribunnews.

Saddil sendiri sudah minta maaf secara terbuka via Instastory-nya. Yang ramai beredar di media sosial warganet Indonesia yang suka rada sok tahu itu.

Namun, meski bermain dengan 10 orang tak menyurutkan para pemuda harapan bangsa itu untuk berlaga. Mereka malah tampil kesetanan meski tak ada setannya. Apalagi setan pocong atau kuntilanak.

Thailand justru kerepotan dan dibombardir lewat serangan counter yang cepat. Aksi kelok sembilan Messi milik Egy Maulana Vikri mengundang decak kagum. Pokoknya benar-benar luar biasa.

Cuma sayang, lagi-lagi Indonesia kurang beruntung saja. Kiper Thailand benar-benar lagi wangi sore itu. Entah pakai parfum apa.

Maksudnya, tangan sang kiper bolak-balik mampu menepis tendangan dari Egy dan kawan-kawan. Entah sudah berapa kalinya. Mungkin karena faktor sarung tangan, dia pakai sarung tangan super sehingga bisa jago banget. Memang harus diakui kejagoannya yang bikin geregetan dan menyakitkan kita.

 

Kedudukan imbang tanpa gol terpaksa dilanjutkan adu penalti. Di sinilah, kiper bernama Manpati Kantaphat yang sekilas dibaca “Kan Pantat” lagi-lagi jadi momok menakutkan bagi warga Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Bahkan yang ada di luar negeri sekalipun, yang biasa disebut Diaspora Indonesia.

Kantaphat mampu memblok dua tendangan penalti standar dari Muhammad Iqbal, Nurhidayat Haris, dan Rifad Marasabessy. Indonesia akhirnya kalah adu penalti 2-3 karena cuma mampu memasukkan dua bola saja pada babak tersebut. Padahal lebar gawangnya sama. Sama-sama dikawal satu kiper pula.

Timnas lagi-lagi gagal. Warga Indonesia lagi-lagi bersedih. Gagal untuk yang kesekian kalinya baik dari laga normal ataupun adu penalti.

Indra pun meminta maaf sebesar-besarnya gagal mengulangi kesuksesan timnya pada 2013 yang saat itu lagi beruntung menang adu penalti. Sekarang enggak.

“Sebenarnya kami punya banyak peluang mencetak gol termasuk adu penalti yang sudah kami siapkan. Kami punya lima penendang yang sudah disiapkan sejak TC. Satu cedera, tinggal empat, tapi tetap saja gagal. Terima kasih atas dukungan masyarakat Indonesia, mohon maaf kami belum bisa memberikan yang diharapkan,” kata Indra, dikutip Kompas.

Ya sudahlah, namanya main bola ada menang ada kalah. “Not today, maybe tomorrow” begitulah kata orang bijak. Kita doakan dan dukung terus timnas kita di manapun bertandingnya.

Main photo: BolaSport

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here