Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) kembali memperkenalkan aturan baru dalam dunia sepak bola. Aturan baru tersebut berkaitan dengan pemberian kartu kuning dan merah yang tak hanya diterima pemain.

Namun aturan tersebut hanya berlaku bagi para manajer atau pelatih saja. Jadi untuk para anak gawang atau hakim garis bisa bernapas lega karena tidak mungkin menerimanya. Aturan tersebut akan diuji coba oleh FA pada turnamen domestik di Inggris sana, bukan di Liga 3 Indonesia yang tidak ada hubungannya.

Selama ini pelanggaran sikap para manajer hanya ditangani wasit dengan peringatan verbal saja. Belum sampai dipukul pakai stick baseball atau di-smack dengan jurus chokeslam ala Kane dari Smackdown.

Meskipun begitu, apabila terjadi sikap di luar batas, wasit dapat mengusir mereka ke bangku penonton. Namun sebenarnya tidak ada simbol yang jelas bagaimana hukuman diberikan seperti yang diterima oleh para pemain.

Mulai musim depan FA akan menerapkan hukuman kartu untuk para manajer. Artinya, dengan adanya kartu merah manajer sudah tak boleh lagi ada di pinggir lapangan atau bangku penonton. Mesti cuss dari lapangan. Aturan ini sendiri masih akan dicoba di Piala FA, Piala Liga Inggris, dan turnamen-turnamen lainnya.

Kartu kuning diberikan untuk peringatan yang berarti yang diberikan harus berhati-hati. Sementara kartu merah diberikan jika terjadi pelanggaran selanjutnya. Tidak ada kartu-kartu lain yang diberikan macam kartu ATM ataupun kartu keluarga.

Pelanggaran yang termasuk di dalam aturan tersebut antara lain terlibat cekcok, menggunakan bahasa kasar ke ofisial atau lawan, tepuk tangan sarkartis, menendang botol atau perlengkapan lain, masuk ke area teknis lawan, serta konflik dengan suporter.

Para manajer di Inggris pun kini tidak bisa sembarangan berkelakuan di pinggir lapangan. Jika melakukan hal-hal yang disebutkan di atas, mereka dipastikan menerima kartu dari wasit. Apalagi kalau sampai masuk ke lapangan lalu menekel anak gawang, mungkin kartu merah yang diterimanya jadi dua buah.

“Yang bisa anda lihat di laga-laga English Football League (EFL) musim ini adalah ketimbang terjadi adu pendapat dan wasit beralih ke urusan yang terjadi di lapangan, kalau dia percaya perilaku di bangku cadangan yang biasanya dipimpin manajer layak dihukum, maka dia akan menunjukkan kartu kuning ke manajer tersebut,” ungkap Chief Executive EFL, Shaun Harvey dikutip dari Detik.

Wasit sendiri hingga saat ini belum bisa terkena aturan kartu tersebut. Akan lebih seru sebenarnya ketika wasit melakukan kesalahan dalam pengambilan keputusan, kemudian ia memberikan kartu untuk dirinya sendiri.

“Pada akhirnya jika para manajer dan perilaku di bangku cadangan tak berubah, maka bisa muncul kartu kuning kedua dan manajer akan diusir ke tribun. Tentu saja, seperti yang Anda lihat dari waktu ke waktu, manajer sudah bisa diusir ke tribun. Tapi kali ini akan lebih jelas karena ada kartu merah yang ditunjukkan,” imbuhnya.

Aturan tersebut juga melingkupi keseluruhan bangku cadangan. Para manajer juga bertanggung jawab atas perilaku pemain cadangan serta staf pelatih. Jika mereka berulah, maka manajer yang tetap dihukum.

“Satu kartu kuning untuk tiap bench, satu kartu merah untuk tiap bench, lalu manajernya pergi. Jadi pada akhirnya manajer bertanggung jawab atas anggota skuat yang tak bermain, yang duduk di bangku cadangan,” tambahnya.

https://twitter.com/pampady1/status/1023077428112052224

Main photo: dhakatribune.com

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here