Juventus sukses meraih kemenangan kedua di laga Seri A musim ini usai mengatasi perlawanan Lazio 2-0. Meski sudah menang dua kali, bukan berarti Juve bakal masuk ke babak 16 besar, perempat final, atau apalagi masuk final karena ini bukanlah Asian Games.

Yang menarik, laga kali ini masih menjadi saksi bagaimana Cristiano Ronaldo masih bau banget. Bau keringat dan ketiak sudah pasti, mungkin juga bau kaki, kecuali dia pakai deodoran canggih yang bisa tahan 24 jam.

Namun bau yang dimaksud bukan bau keringat, bau matahari, bau cumi, atau bau kabel terbakar. “Bau” atau “Apek” adalah istilah yang biasa dipakai anak-anak bola di Indonesia untuk memperlihatkan situasi di mana seorang pemain selalu gagal mencetak gol, semacam kurang beruntung atau apes begitu lah.

Bagaimana tidak, pada laga lawan Chievo di Giornata pertama, beberapa kali pemain ganteng perfeksionis itu membahayakan gawang lawan tapi kiper Chievo, Stefano Sorrentino, tampil gemilang.

Lawan Lazio, kipernya bernama Thomas Strakosha juga tak mau kalah. Mungkin dia begitu bersemangat karena lawannya Ronaldo. Mungkin inilah yang membedakan Seri A dan La Liga. Di mana kiper-kiper Seri A sepertinya punya mental lebih kuat ketimbang kiper-kiper La Liga yang pasrah saat menghadapi Ronaldo.

Bukan cuma kipernya, tapi bek-bek Lazio juga menempel ketat Ronaldo sepanjang laga. Membuatnya tak bebas bergerak seperti aktor iklan-iklan deodoran saat merasa ketiaknya basah.

https://twitter.com/shotongoal247/status/1033388987384307713

Ronaldo sempat mendapat peluang saat umpan dari Blaise Matuidi bakal disambarnya dengan tendangan concong pecel lele. Namun bek Lazio begitu sigap dan memotongnya. Di sana ada Sami Khedira yang melanjutkan serangan tapi tendangannya hanya mampir ke tiang.

Untungnya, kawan-kawan baru Ronaldo di Juve begitu pengertian. Mereka mencoba membantu Ronaldo untuk mencari jalan keluar dan bisa bebas bergerak. Ronaldo susah bikin gol, masih ada 10 pemain lainnya yang bisa cetak gol. Kalau perlu Wojciech Szczesny sekalian.

Buktinya, pada pertengahan babak pertama, Miralem Pjanic sukses membawa Juve unggul lewat tendangan voli matang usai memanfaatkan bola sapuan dari Wallace. Tendangannya yang berada di atas tanah itu tak mampu digapai Strakosha. Tentu saja menyusur di atas tanah, tidak mungkin di bawah tanah, memangnya pipa PAM.

Ronaldo sempat dapat peluang lagi ketika tendangan Federico Bernadeschi tak ada maksud buat memberikan umpan kepadanya. Tapi bola itu nekat disundul si nomor 7 yang ternyata tetap tidak kena, malah kena telapak tangannya, bola juga akhirnya ditepis Strakosha. Itulah akibatnya kalau maksa.

Di babak kedua masih sama. CR dapat peluang dari tendangan bebas. Tumben-tumbenan, biasanya tendangan bebasnya bisa mengarah ke gawang. Tapi boro-boro ke gawang, lewat pagar betis saja tidak bisa. Semacam pukulannya Anthony Ginting yang kerap nyangkut di net.

Gagal di kesempatan pertama, masih ada di kesempatan kedua. CR coba lagi lewat tendangan hapalan dari luar kotak penalti. Lagi-lagi, kiper masih menggagalkannya bikin gol. Benar-benar batu para kiper Seri A ini. Masih saja bisa menepis pakai ujung jari tendangan kece badai dari Ronaldo.

Peluang emas baru benar-benar didapat pada menit ke-75. Umpan silang mendatar Joao Cancelo mengarah lembut ke Ronaldo yang tinggal cebok saja. Eh, ternyata masih saja ada tangan Strakosha di sana dan membuatnya berubah arah.

Akibatnya, Ronaldo hanya menendang angin saja dan keserimpet. Tendangan kaki kanannya diblok oleh tumit kaki kirinya. Lucunya, hasil tendangan enggak sengaja itu jadi umpan manis buat Mario Mandzukic untuk menendangnya sekuat tenaga dan terjadi gol. Ronaldo sendiri ikut selebrasi meski sambil tertawa heran.

Benar-benar luar biasa si Ronaldo ini. Dengan situasi sulit, masih bisa kasih assist cantik meski tak sengaja sekalipun. Betul-betul kelas dunia.

Meski urung bikin gol, setidaknya Ronaldo ada perkembangan dengan kasih satu assist lucu-lucuan. Pelatih Massimilliano Allegri juga tak memaksa pemain termahalnya itu untuk cepat-cepat bikin gol.

“Ronaldo beradaptasi dengan baik. Dia orang yang sangat rendah hati, saya sangat senang dengan dampak yang dia berikan sejauh ini. Melawan Lazio sebagai klub besar yang kami lawan pertama kali musim ini, tidak lah mudah. Semua berjalan dengan bagus,” ujar Allegri.

Gagal di kesempatan pertama, masih ada di kesempatan kedua. Gagal di kesempatan kedua, masih ada kesempatan ketiga, keempat, kelima, terus sampai kesempatan ke-38. Jangan menyerah, Ronaldo.

Main photo: Sport TV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here