Juventus akan melakoni laga terakhirnya musim ini. Sebuah laga puncak yang menentukan segalanya sekaligus mengakhiri kutukan empat laga final terakhir yang berujung kegagalan. Dengan tim yang lebih matang, mereka bertekad menang!

Juve mungkin tak terlalu difavoritkan pada laga final ini. Di atas kertas, Real Madrid jauh lebih unggul dengan statistik gila ditambah deretan pemain-pemain yang berasal dari planet lain.

Namun, banyak pihak lebih menjagokan Juve yang menjadi juaranya. Warga pada bosan melihat Madrid lagi yang menang. Toh, skuat pemainnya juga tak jauh beda dengan tahun lalu. Misi yang mereka bawa hanya mempertahankan gelar juara saja.

Sedangkan Juve, tim yang datang dari bawah. Sekitar 10 tahun lalu terdegradasi ke Seri B, kemudian pelan-pelan tapi pasti, macam tukang asinan di perumahan, mulai kembali menemukan statusnya sebagai tim kelas dunia.

Dua tahun lalu, sukses menembus final tetapi gugur oleh Barcelona yang memang jauh lebih berpengalaman. Juve saat itu cuma punya empat pemain saja yang berpengalaman main di final Liga Champions. Yakni Gianluigi Buffon, Andrea Pirlo, Carlos Tevez, dan Patrice Evra.

Sekarang, Juve jauh lebih dewasa. Lebih matang, lebih merekah, ranum dan siap dipetik. Mereka mendatangkan pemain-pemain yang terlihat “buangan” tapi ternyata tetap dahsyat macam jargon-jargon MLM.

Juve mengusung misi mematahkan kegagalan yang sudah enam kali memble dalam delapan keikutsertaannya di partai final. Jika gagal lagi nanti malam, siap-siap di-bully warga sekampung lantaran tim paling looser di final Liga Champions.

Sami Khedira, Dani Alves, dan Mario Mandzukic didatangkan. Tiga pemain yang berpengalaman di final. Bahkan Dani Alves sudah rada bosan dengan gelar Liga Champions.

Makanya, dengan kekuatan lebih super musim ini. Mereka yakin bisa jadi juara, tak mau gagal lagi di final seperti yang sudah-sudah.

“Saya kira kami punya banyak pemain baru dan penting. Dan kami menuai banyak pengalaman tahun ini. Kami punya banyak pemain yang sudah merasakan final Liga Champions sebelumnya. Dan kami harap kami dapat memetik hasil yang layak,” kata Paulo Dybala.

Bek yang saat ini juga tumbuh lebih matang dan berpengalaman, Leonardo Bonucci, turut menambahkan pernyataan rekan sekantornya itu. Mereka tak segan-segan meminta tips dan trik kepada Alves, Khedira, dan Mandzukic yang belum lama merasakan gelar juara.

Bertanya ke mereka bertiga jauh lebih powerful ketimbang cari sendiri di Google apalagi menonton Youtube. Apalagi kalau nonton Youtube-nya Awkarin, sudah pasti tak ada jawabannya di situ.

“Kami lebih matang, kami sudah berkembang. Pemain-pemain hebat datang, yang memberikan pengalaman bagi tim. Dan saya yakin kami akan memainkan pertandingan hebat pada hari Sabtu dan membawa pulang trofi,” kata Bonucci.

Dukungan makin kuat saat warga bola ingin melihat Buffon mengangkat piala yang sudah lama diidam-idamkannya itu. Tiga kali ke final, jangan sampai gagal lagi. Pemain kelas dunia kurang lengkap rasanya tanpa trofi Liga Champions yang selalu ada tiap tahunnya itu. Bagaikan lebaran tanpa ketupat lengkap dengan rengginang di kaleng Khong Guan.

“Sungguh indah punya kesempatan untuk membuai tim hebat ini. Ini bukan perkara persentase. Kami sama-sama tim besar yang menunjukkan nilai besar. Kami punya keyakinan dua tahun lalu, dan sekarang juga masih,” kata Buffon.

Main photo: EPSN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here