Juventus memenangkan ‘epic battle’ saat bertanding melawan Napoli tadi malam. Tim berjuluk “Si Nyonya Tua” yang suka dipelesetkan jadi “Si Nyonya Peot” menang dramatis 4-3.

Yang ‘epic’, Juve ini sudah unggul 3-0 duluan. Juve unggul cepat dua gol saat baru berjalan 20 menitan. Sudah enak banget sebetulnya.

Pertama lewat Danilo pada menit ke-15 yang baru semenit main menggantikan Mattia de Sciglio akibat cedera. Serangan balik dilancarkan Danilo dan Douglas Costa, berakhir dengan Danilo lagi. Betapa ‘happy’-nya dia bisa bikin gol di laga debut resminya.

Juve lalu menambah keunggulan lewat Gonzalo Higuain. Ternyata guna-guna Higuain ini masih ada, dia mampu menggocek bek terbaik Seri A, Kalidou Koulibaly, yang bisa patah pinggang ditekuk gocekan begitu. Kemudian diakhiri penyelesaian dengan tegas ke gawang Alex Meret.

Juve bisa saja unggul 4-0 di babak pertama jika Tuhan berkehendak. Dua peluang intan permata Sami Khedira bisa digagalkan Meret dan tiang gawang.

https://twitter.com/brfootball/status/1167884091154255873

Di babak kedua Juve unggul jauh jadi 3-0. Kali ini Cristiano Ronaldo yang mencetak gol setelah beberapa kali percobaan dari laga sebelumnya. Dia tidak mau berselebrasi ‘siu’ karena kapok kena VAR lagi.

Namun hanya selang beberapa menit saja, Juve kebobolan gol pertama dari tendangan bebas yang disundul Kostas Manolas. Lalu dua menit kemudian kebobolan lagi.

Matthijs de Ligt tampak lari-lari ‘santuy’ melepas Hirving Lozano, dikira Lozano bakal kepeleset kali. Ternyata dugaannya salah, Lozano mampu membobol gawang Juve yang dikawal kiper namanya susah disebut.

Di sini Juve mulai panik, Napoli tambah semangat. Juve memang kendor kayak karet kancut lama, makanya Napoli pegang kendalinya.

Sampai akhirnya Napoli menyamakan kedudukan 3-3 lewat tendangan bebas serupa dengan gol pertama, bedanya cuma letaknya saja. Lagi-lagi De Ligt gagal antisipasi alias telat meng-cover lawan sehingga Giovanni Di Lorenzo bisa menceploskan bola ke gawang.

Napoli bersorak sorai, ‘epic’ banget kalau mereka bisa menyamakan kedudukan apalagi bisa menang. Namun ternyata laga ‘epic’ ini bukan buat mereka.

Juve mendapat tendangan bebas yang mirip-mirip didapat Napoli dalam menyarangkan dua golnya. Yang lebih ‘epik’ lagi, justru Koulibaly yang membobol gawang Napoli. Ada-ada saja.

Penyelesaiannya sungguh mantap. Gara-gara salah antisipasi, dia langsung terjerembab lemas memikirkan perbuatannya. Juve akhirnya memenangkan ‘epic battle’ ini dengan keberuntungan. Berterima kasih lah pada Koulibaly.

Kasihan sekali Napoli, sudah capek-capek mengejar ketertinggalan sampai 3 gol, eh dibobol rekannya sendiri.

“Terlepas dari keberuntungan, tapi saya mengapresiasi para pemain yang tidak menyerah dan tidak jatuh saat disamakan oleh Napoli. Pertahanan kami cukup solid tapi kehilangan fokus beberapa menit yang tak boleh dilakukan ketika melawan tim seperti Napoli,” kata Giovanni Martusciello, asisten pelatih Juventus.

Sedangkan Carlo Ancelotti, menyesal banget mereka melewatkan kesempatan buat menang. Padahal bisa saja mereka memenangkan laga ini dengan skor 4-3, atau malah 10-6 kalau Tuhan berkehendak.

“Kami bermain buruk selama satu jam. Tapi kami bangkit dan bisa menyamakan 3-3, bahkan seharusnya kami bisa menang 4-3. Namun kami melewatkan kesempatan itu,” ucapnya.

Main photo: maybornluis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here