Juventus berhasil memenangkan pertandingan melawan Cagliari dengan skor agak sedikit, 2-0. Kendatipun agak sedikit, yang penting mereka bisa meraih cleansheet.

Juve musim ini di bawah asuhan Andrea Pirlo memang suka menang dengan skor gede. Seperti saat melawan Sampdoria (3-0), Spezia (4-1), dan Ferencvaros (4-1). Rata-rata unggul tiga. Hanya sekali lawan Dynamo Kiev unggul dua.

Jarang rasanya menang cuma 1-0, 2-1, apalagi 7-6 macam merek rokok. Sekalinya seret gol, yang ada seri 1-1 atau 2-2. Sekali-sekalinya gagal mencetak gol yakni saat dikalahkan Barcelona 0-2.

Meski sering menang gede, sayangnya, mereka juga kerap kebobolan. Terakhir kali Juve meraih cleansheet saat mengalahkan Kiev 2-0. Kejadiannya sudah sebulan yang lalu.

Kemudian lima laga berikutnya mereka selalu kebobolan. Terakhir malah kebobolan nyesek, di ujung laga lawan Lazio.

Melawan Cagliari, mereka sedikit berbeda. Menangnya rada sedikit tapi bisa cleansheet. Tinggal pilih saja mau pakai mode yang mana. Mau menang banyak tapi kebobolan atau menang sedikit tapi cleansheet.

Cristiano Ronaldo menjadi aktor kemenangan ini dengan memborong dua gol. Kemaruk sekali, enggak mau bagi-bagi.

Federico Bernardeschi yang kerap disapa “Bernardmessi”, sebenarnya sempat mencetak gol untuk membuka jalan Juventus. Cuma sayang dia bermain bersama Alvaro Morata.

Seperti biasa, Morata terjaring Satpol PP karena posisinya offside ketika memberikan assist kepada Bernardeschi. Itu Bernardeschi padahal sudah senang banget. Ingin rasanya gaya-gayaan di depan mulut netizen.

Untung saja ada Ronaldo. Ronaldo mencetak gol dengan gerakan khasnya, utak-atik tekuk kanan lalu menendangnya dengan mantap. Pokoknya khas Ronaldo banget deh.

Tak lama kemudian dia menggandakan keunggulan memanfaatkan situasi sepak pojok. Sundulan Merih Demiral mampu disambar dengan posisi tendangan aneh Ronaldo. Entah gimana itu dia tetap bisa mencetak gol walau posisi badannya rada keduluan begitu.

Juve akhirnya menang dengan skor standar. Namun, sekali lagi, yang penting cleansheet kalau katanya Jupentini.

“Kami punya banyak kualitas di skuat ini tapi tetap tidak cukup. Kami harus menggerakkan bola lebih cepat selain mendominasi laga,” kata Pirlo, seusai laga.

SHARE
Previous articleKejadian Rare! Spurs Puncaki Klasemen Liga Primer
Next articleVAR Kembali Bantu MU, Pokoknya Varchester United!
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here