Juventus akhirnya memastikan diri membeli tiket langsung ke final tanpa melalui calo. Hal itu mereka lakukan usai mengalahkan Monaco dua leg langsung di semifinal. Pada leg kedua kemarin, timnya Massimilliano Allegri itu menang dengan skor standar, 2-1.

Bermain di depan warganya sendiri membuat permainan Juve cenderung santai kayak di pantai. Meski tidak sampai tidur-tiduran menikmati angin di lapangan, tapi tetap waspada dengan mementahkan beberapa serangan Monaco yang langsung ambil kendali dari awal.

Kylian Mbappe sempat mendapat peluang cukup lumayan tapi bola tendangannya mengenai tiang yang kurang digeser sedikit. Meski ternyata posisi Mbappe terhitung offside.

Ritme permainan mulai didapat “La Vecchia Signora” setelah tiga peluang emas bercampur mahkota kerajaan gagal dimanfaatkan Gonzalo Higuain, Mario Mandzukic, dan Miralem Pjanic.

Padahal ketiganya tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Danijel Subasic. Mungkin mereka grogi menghadapi kiper berwajah ganteng tersebut.

Gol yang ditunggu akhirnya datang juga macam gaji pada tanggal tua. Berawal dari tendangan sudut Monaco mampu ditangkap oleh Gianluigi Buffon. Kemudian melemparnya ke Alex Sandro dan kawan-kawannya.

Sebuah pola yang baik ditunjukkan hingga bola mendarat di kaki Dani Alves yang tidak mulus-mulus amat alias dipenuhi bulu. Alves memberikan umpan silang membelah lautan yang disundul oleh Mandzukic. Subasic sempat menepisnya tapi bola kembali ke Mandzukic seolah memang ingin dibobol dengan nikmat.

Mental pemain Monaco langsung down. Ritme permainan dikuasai Juve dan mendapat sebuah peluang emas lagi lewat Paulo Dybala. Tapi lagi-lagi, kegantengan Subasic mampu mementahkan peluang tersebut.

Namun, tendangan sudut yang dihasilkan malah memberikan berkah buat Juve. Rezeki memang tak ke mana, usai ditepis oleh Subasic, bola langsung dihajar pakai tendangan voli oleh Alves.

Memang sangat terlihat kualitas kelas dunianya Alves, mana dapatnya gratisan. Kurang beruntung apa Juve. Mungkin besok-besok tunggu Lionel Messi, Neymar, atau Ivan Rakitic jadi gratisan siapa tahu bisa pindah ke Juve.

Di babak kedua, Juve mengurangi tekanan. Bermain jauh lebih santai karena unggul agregat 4-0. Penonton di J-Stadium tampak tenang tanpa beban, tanpa ada pikiran besok harus kerja dan membayar cicilan.

Monaco akhirnya memperkecil ketinggalan setelah Mbappe lewat usaha keempatnya mampu mencetak gol cebok pada menit ke-69. Ya, dia memang tinggal mencebok bola saja setelah menerima umpan datar dari Joao Moutinho yang tanpa permisi mampu menerobos barisan pertahanan Juve di sebelah kanan.

Akhirnya gawang Juve di fase knock out bobol juga. Mungkin Juvenya terlalu posesif sehingga si gawang lelah terlalu dikekang.

Skor akhirnya bertahan hingga usai. Ada indikasi kemenangan Juve karena mendapat bantuan dari wasit. Tentu saja, kalau tak dibantu maka pertandingannya tidak berjalan dengan baik bahkan mungkin tidak selesai-selesai sampai adzan subuh.

Juve lolos ke final dengan riang gembira kayak anak TK mau tamasya. Bahkan pertandingan belum usai sudah norak menyiram-nyiram air.

https://twitter.com/brfootball/status/862079500796002304

Ini merupakan kedua kalinya Juve lolos ke final Liga Champions dalam dua tahun terakhir. Mereka layak menjadi empat besar tim terkuat dalam beberapa tahun terakhir.

Pasalnya, pada empat musim terakhir hanya ada empat tim yang mencapai final. Yakni Real Madrid, Atletico Madrid, Barcelona, dan Juventus. Lawan Juve di final nanti akan kembali dihadiri antara Real dan Atletico.

Ini juga final keenam Juve dengan format Liga Champions setelah 1995/96, 1996/97, 1997/98, 2002/03, 2014/15, dan 2016/17. Jika dilihat dari keseluruhan kompetisi ini bergulir, ketika namanya masih European Cup, total Juve mencapai final sampai sembilan kali. Ditambah tahun 1973, 1983, dan 1985.

Mirisnya, dari sembilan final tersebut mereka cuma juara dua kali. Yakni pada 1985 melawan Liverpool dan 1996 melawan Ajax Amsterdam. Mungkinkah mereka mengalami tujuh nasib finalis lainnya? Belum bisa dipastikan.

Yang jelas mereka merasa bersyukur sudah bisa lolos ke final. Allegri menegaskan bahwa perjuangan belum usai. Belum ada gelar sama sekali yang dimenangkan Juve saat ini. Jadi jangan pada sok-sokan dulu.

“Kami belum memenangkan apapun. Tapi saya berharap tahun ini jadi tahunnya Juventus. Kami memiliki peluang yang sangat bagus untuk memenangi Liga Champions,” ucap Allegri.

Kapten Juve, Buffon, bahkan mengaku tak menyangka bisa main lagi di partai final meski umur sudah tua, meski tak sampai karatan.

“Saya sangat bahagia. Banyak yang mengira dua tahun lalu final terakhir saya. Saya kira juga demikian, tapi karena saya terus bermimpi saya bisa kembali membela Juve bersama rekan-rekan yang hebat,” ujar kiper yang tak kalah ganteng dengan Subasic itu, malah lebih jauh berkharisma.

Juve akan bertanding di final tanggal 3 Juni nanti, saat bulan Ramadhan. Pertandingan berlangsung di Cardiff, Wales, yang sangat jauh dari Indonesia.

Main photo credit: Twitter (@ChampionsLeague)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here