Sebuah fenomena rare terjadi ketika seorang pemain Juventus melakukan blunder sangat fatal di sebuah laga Liga Champions. Dia adalah Rodrigo Bentancur.

Juve harus menerima kekalahan 1-2 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions lawan Porto tadi malam. Kekalahan itu bermula akibat blunder Bentancur yang bikin hancur mental pemain Juve tadi malam.

Bagaimana tidak hancur, pertandingan baru berjalan hitungan detik, Bentancur dengan santai melakukan backpass ke kiper yang namanya susah disebut.

Bentancur ini mungkin tipe pemain yang kalau menyeberang enggak lihat kiri-kanan. Kalau naik motor muncul dari gang langsung tancap saja, tidak tengok kanan-kiri ada mobil dari arah lainnya atau tidak.

Dia tidak melihat situasi saat timnya sedang di-press laminating oleh para pemain Porto. Dengan santai dan enak saja dia memberikan umpan kembali kepada Wojciech Szczesny.

Seperti biasa namanya pertandingan baru kick off, bola dikuasai dulu sama sebuah tim. Biasanya main-main ke belakang sampai ke kiper tuh. Bola sampai di Szczesny, lalu dioperlah ke Bentancur. Lha kok sama Bentancur dikembalikan lagi ke Szczesny.

Hal ini bikin Szczesny juga kaget meski tak sampai teriak latah “ayam”. Di dekat sana ada Mehdi Taremi yang berasal dari Iran tapi namanya kayak orang Jawa. Entah siapanya Ngatemi, Tarmini, atau Turinah.

https://twitter.com/MUFCSach/status/1362288908944302080

Taremi langsung berusaha mengganggu operan tersebut sambil serodotan. Szcesny sebenarnya mencoba menghalau bola tersebut namun keburu kena kaki Taremi. Bola memantul masuk ke gawang Juventus.

Para pemain Juve tampak kaget dan lemas melihat gol kayak gitu. Hal itu bikin hancur mental pemain Juve. Padahal sudah memakai kostum ormas tapi tetap saja mentalnya kalah.

Soalnya selama 80 menit ke depan, Juve sama sekali tak berkutik. Tidak ada reaksi apa-apa. Semacam gugup mau sidang skripsi. Mau makan pun tak enak.

Bahkan, di babak kedua mereka kebobolan dengan gol cepat lagi. Baru berjalan beberapa detik saja, Porto cukup menyerang dengan dua pemain lewat Wilson Manafa dan Moussa Marega.

Lawannya ada delapan pemain Juve yang cuma menonton doang. Marega merangsek masuk ke kotak penalti dan bisa membobol gawang Szczesny dengan sangat mudah.

Sampai menit ke-81 tak ada perjuangan berarti dari Juve. Mainnya benar-benar caur. Untung saja ada satu peluang yang bisa dijadikan gol oleh Federico Chiesa. Satu gol tandang cukup memudahkan mereka di leg kedua nanti.

Pada akhir-akhir laga, Juventus sebenarnya mendapat penalti setelah Cristiano Ronaldo dijatuhkan bek Porto, Zaidu. Namun wasit enggan meniup peluit, mau mengecek VAR saja tidak. Pas ditanya, katanya pertandingan keburu berakhir.

Semua itu bikin Andrea Pirlo kesal bukan kepalang. Mulai dari kesalahan Bentancur, sikap para pemain, dan keputusan wasit. Marah pokoknya.

“Kalau Anda langsung kebobolan satu menit setelah kickoff, dengan cara yang aneh seperti itu, wajar bila akhirnya rasa percaya diri para pemain menghilang. Apalagi lawannya sangat baik bertahan,” kata Pirlo dikutip Liputan6.

“Mengenai penalti, buat saya itu jelas penalti. Wasit memberi penjelasan, pertandingan sudah berakhir dan tidak perlu ada peninjauan ulang.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here