Bukan cuma El Classico saja yang menghadirkan laga seru, tapi juga Piala Super lainnya juga seru dan mengolahragakan jantung. Laga tersebut adalah Juventus melawan Lazio di Piala Super Italia, tadi malam. Lazio sukses bikin Juve PHP setengah mati.

Biancoceleste” membuka kemenangan mereka lewat golnya Ciro Immobile. Kepergian Leonardo Bonucci serasa lapang sekali di pertahanan Juve. Immobile dengan enak menerobos pertahanan musuh sampai terpaksa dijegal oleh kiper bangkotan, Gianluigi Buffon, yang masih saja demen main bola.

Wasit yang pakai baju beda sendiri tak segan menunjuk titik putih. Immobile mengambil sendiri tendangan penalti. Pemain berambut pirang sok-sokan jadi bule itu sukses memperdaya Buffon.

Juve entah gimana tampil melempem. Cuma beberapa kali saja membuat peluang, sedangkan Lazio tampil lebih trengginas.

Sampai akhirnya, klub berkostum biru langit itu bikin gol lagi. Lagi-lagi lewat Immobile melalui sundulan kepala yang bikin Buffon hanya terdiam seperti patung polisi di perempatan jalan.

Bukan Juve namanya kalau diam saja meski tertinggal 0-2. Massimilliano Allegri langsung memasukkan pemain-pemain barunya yang masih kinyis-kinyis. Segala Douglas Costa, Federico Bernardeschi, dan Mattia de Sciglio dimasukkan.

Hasilnya? Lumayan bagus. Kehadiran Costa mampu membuat serangan Juve lebih mantap. Paulo Dybala akhirnya mampu memperkecil ketinggalan lewat tendangan bebas yang sangat indah pada menit ke-85. Di sini mulai serunya.

Kaki kirinya mampu melahirkan tendangan melengkung cantik, secantik wajah Dian Sastro yang makin dewasa meski sudah jadi mamah muda. Bola tak bisa dijangkau kiper Lazio, bersarang dengan enak di sudut kanan sang kiper.

https://twitter.com/yulius_wisnu/status/896848688475025409

Tertinggal satu gol, Juve makin-makin. Mereka berusaha sekuat tenaga sampai akhirnya membuahkan hasil.

Pada masa injury time. Alex Sandro sukses memperdaya pemain belakang Lazio untuk membuahkan penalti. Dybala tak mau kalah dari Immobile, dia juga ikut bikin gol lewat penalti dengan kaki kirinya yang mungil dan menggemaskan.

Sayang sekali, dua gol Juve itu cuma aksi tipu-tipu dari Lazio. Immobile dan kawan-kawan sepertinya sengaja kebobolan biar pertandingan kelihatan seru. Buktinya, hanya selang dua menit dari gol Dybala, Lazio malah mencetak gol lagi tepat pada menit ke-93, semenit sebelum laga usai.

Berawal dari aksi Jordan Lukaku menyisir di sisi kanan pertahanan Juve di mana rambutnya tak disisir. Lalu melewati De Sciglio dengan penuh tipu daya, lalu memberikan umpan kepada Alessandro Murgia. Dengan satu sentuhan saja, Murgia mampu membobol gawang Buffon dengan ikhlas tanpa dosa.

Segenap warga Lazio berlompat kegirangan. Maklum, kapan lagi tim kayak mereka bisa dapat piala lagi. Terakhir kali dapat piala yakni pada 2013 atau empat tahun lalu, saat Jokowi belum jadi presiden.

Aksi PHP (Pemberi Harapan Palsu) ini bikin pelatih Simone Inzaghi puas. Pasalnya, mereka sukses membalas dendam final Coppa Italia beberapa bulan lalu. Dari awal main, niat mereka sudah jahat. Yakni bawa-bawa unsur dendam, padahal dendam itu tidak baik.

“Tim dalam kondisi baik, kami sudah berlatih sejak awal Juli karena kami ingin membalas dendam kekalahan final Coppa. Keadilan sudah terjadi, pada menit ke-95 Lazio layak atas trofi ini dan perlu diberikan imbalan kepada para pemain,” kata saudaranya Filippo itu.

Sebaliknya, kubu Juve rada murka dengan aksi tipu-tipunya Lazio. Namun, sejatinya kemarahan mereka bukan ditujukan kepada lawan. Tapi kepada diri mereka sendiri, kenapa bisa sebodoh itu kena tipu dari Lazio.

“Terlepas dari gol, kami merasa bodoh. Lazio layak mendapatkannya. Mereka bermain lebih baik dan kami cuma baik pada 30 menit terakhir, kami perlu merenungkan hal itu. Ini adalah performa yang buruk dan Lazio layak menang,” ucap Allegri.

Main photo: Squawka 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here