Juventus akhirnya memastikan diri lolos ke Liga Champions musim depan. Setelah sempat pasrah dan pesimistis bakal masuk Liga Malam Jumat, Juve pun masuk UCL dan harus berterima kasih banyak kepada Hellas Verona.

Pada laga terakhirnya, Juve akhirnya main bagus dan memuaskan. Mereka bisa mengalahkan Bologna dengan skor meyakinkan 4-1. Namun, kalau cuma menang mereka belum tentu bisa lolos.

Mesti punya nasib baik dan hoki juga. Soalnya nasib mereka tergantung hasil pertandingan Atalanta vs Milan dan Napoli vs Verona.

Baru berjalan enam menit, Juve langsung ngegas dengan mencetak gol melalui Federico Chiesa. Dia memanfaatkan assist cantik dari tiang gawang yang dihasilkan Adrien Rabiot.

Andai pertandingan Seri A cuma berjalan 10 menit, Juve dipastikan masuk UCL dengan finis di posisi tiga. Soalnya dalam 10 menit, baik Milan maupun Napoli belum bisa mencetak gol keunggulan. Juventini sudah banyak-banyak berdoa dan beristighfar.

Tak lama kemudian giliran Alvaro Morata yang menggandakan keunggulan memanfaatkan umpan Paulo Dybala. Dybala yang sempat galau sama ceweknya selama semusim, akhirnya mengeluarkan jurus kelok sembilan Egy Maulana Messi.

Dia menggocek seorang pemain Bologna yang bisa patah pinggang sebelum dioper ke Morata yang tinggal cebok saja pakai kepalanya di depan gawang.

https://twitter.com/OGATWITER/status/1396569222575280131

Menjelang akhir babak pertama, Rabiot menambah keunggulan usai menerima umpan dari Dejan Kulusevski. Berhadapan langsung dengan kiper, Rabiot dengan enteng menendangnya ke gawang. Enteng macam rahang si Dustin.

Unggul 3-0 bikin Juve tampil lebih rileks, nyaman, dan santai. Mereka cukup menunggu hasil dua laga lainnya. Di satu sisi, Atalanta tertinggal lewat gol penaltinya Milan yang bikin Juventini mencak-mencak. Sedangkan Napoli masih imbang 0-0 dengan Verona.

Di babak kedua, Juve menambah gol lagi lewat Alvaro Morata. Skor 4-0 tapi nyaris saja usaha Juventus ini tak ada artinya.

Soalnya, Napoli mampu unggul 1-0 lewat Amir Rrahmani. Jelas dalam kondisi seperti ini, Juve kembali terlempar ke posisi lima.

Juventini semakin pasrah, hanya bisa solat tahajud, beristighfar, dan salawatan mendoakan salah satu dari Milan dan Napoli minimal bermain imbang.

Ternyata doa mereka diijabah. Makbul semakbul-makbulnya. Di pertengahan babak kedua, hanya sembilan menit dari gol Napoli, Verona bisa menyamakan kedudukan lewat tendangan Marco Davide Faraoni.

Namun jangan senang dulu, Juventus. Masih ada 20 menit tersisa.

Juve yang semakin santai dan yakin banget menang sudah tak fokus lagi dengan laga ini. Sebagian pemain di bangku cadangan malah asyik nonton streaming-an pertandingan lain. Bukannya nonton tim sendiri malah nonton tim lain. Ngadi-ngadi saja ini Juventus.

Entah pertandingan mana yang ditonton. Jangan sampai justru mereka menyaksikan laga Angers versus Lille. Siapa tahu saja kan, kita ditipu semuanya.

Akibatnya, Juve kebobolan lewat gol Riccardo Orsolini. Namun gol tersebut tak banyak berpengaruh karena dicetak pada menit ke-85. Wasit meniupkan peluit akhir lebih cepat, tak perlu sampai mentok-mentok Injury Time banget. Percuma juga.

Nah selepas laga, para pemain Juve nobar di bangku cadangan. Entah nonton streaming yang pakai komentator bahasa Arab atau China.

Napoli ternyata malah berbuat kekocakan. Mereka tak mampu mencetak gol kemenangan dan tertahan 1-1 oleh Verona di kandang sendiri. Sontak, para pemain Juve merayakan hasil ini bak mereka menjuarai Liga Champions. Kasihan sekali.

Juve patut kasih hadiah hampers lebaran buat Verona. Minimal berbentuk Federico Bernardeschi atau Carlo Pinsoglio secara gratis buat Verona.

“Bagi saya, ini penting untuk menyelesaikan tugas saya. Memenanangkan Coppa Italia dan lolos ke Liga Champions, yang mana itu target yang sangat penting,” ujar Andrea Pirlo dikutip Suara.com.

https://twitter.com/ShadyAlonso11/status/1396628653870567426

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here