Juventus sukses mengalahkan juara bertahan Liga Champions musim lalu, Chelsea, dengan skor tipis 1-0. Juve menjalankan prinsip “yang penting menang”. Tak peduli apa kata Coachy alias Coach Justin.

Coach yang satu itu memang anti banget sama sepak bola negatif atau main bertahan. Menurutnya, main bola itu harus cantik untuk menghibur penonton. Tidak salah memang.

Namun jangan lupa, ada sebuah quote menarik dari netizen bahwa “Mereka main di UCL itu tujuannya menang. Bukan buat nyenengin ego penonton kayak kalian ini.”

Nah, Juventus menerapkan prinsip “menang” itu tidak peduli apapun caranya. Apalagi, dengan kualitas yang kalah jauh dari Chelsea, ditambah keterbatasan penyerang, pelatih Massimilliano Allegri harus pintar-pintar menerapkan strategi dan taktiknya.

Sepanjang laga, Juve cuma menunggu saja macam kucing di tukang sayur. Menunggu ada remah-remah ikan jatuh tak sengaja dari tukang sayur. Juve demikian. Menunggu permainan Chelsea di area sendiri, sebelum melancarkan counter saat mampu mencuri bola.

Hasilnya luar biasa. Pertahanan yang solid bikin Chelsea gagal menciptakan tembakan ke gawang yang berarti. Leonardo Bonucci dan Matthijs De Ligt sukses mengantongi Romelu Lukaku.

Lalu bagaimana Juve bisa menciptakan gol?

Juve mampu mencuri gol saat pertandingan baru berjalan 11 detikan di babak kedua. Cepat sekali. Telat pencet remote TV atau klik streaming berbahasa Arab, langsung melewatkan golnya.

Baru kick off, bola diberikan ke Bonucci. Bonucci lalu kasih umpan panjang yang jadi kelebihannya. Bola disundul Adrien Rabiot, lalu jatuh di kaki Lord Federico Bernardeschi. Bernardeschi lalu memberikan umpan manis kepada Federico Chiesa yang tampil trengginas malam itu. Lari mulu kayak atlet atletik.

Chiesa dengan sukses dan cermat menembak bola dari ruang agak sempit, gol pun tercipta dengan luar biasa. Hanya sekali tembakan ke gawang, Juve memenangkan laga ini.

Setelah itu, tak ada gol lagi yang tercipta. Juve langsung bertahan total, mengunci semua ruang gerak Chelsea. Juara bertahan pun pulang dengan tangan kosong. Alias satu-kosong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here