Juventus masih terus mengejar Inter Milan dalam lanjutan gelaran Seri A. Untuk pertama kalinya, mereka bisa menang dengan selisih gol lebih dari satu musim ini. Menghadapi tim yang namanya berupa singkatan, Juve menang 2-0 atas SPAL.

Musim ini memang Juve masih terus mendapat hasil positif. Dari enam pertandingan, Juve sukses meraih kemenangan lima kali dan seri sekali. Namun, kemenangan Juve masih belum meyakinkan banget. Rata-rata menangnya pelit, cuma unggul satu gol saja dari lawannya.

Belum ada yang namanya Juve menang sampai selisi 10 gol atau menang 13-4 begitu. Paling-paling menangnya 2-1 atau 1-0. Mungkin karena masih dalam tahap peralihan dari Massimilliano Allegri ke Maurizio Sarri.

Melawan SPAL, lumayan lah. Setidaknya Juve bisa menang 2-0. Permainan juga mulai meningkat, banyak peluang. Enggak kayak laga-laga sebelumnya. Benar-benar jadi sobat misqueen dengan peluang.

Di babak pertama, beberapa peluang dihasilkan lewat Sami Khedira, Aaron Ramsey, Paulo Dybala dan Cristiano Ronaldo. Skema baru juga dipertunjukkan Sarri yang menempatkan Ramsey menjadi trequartista di belakang Ronaldo dan Dybala.

Skema ini sudah dilakukan lawan Brescia beberapa hari lalu. Hasilnya cukup bagus, meskipun enggak istimewa banget juga.

Juve berhasil unggul lewat tendangan super Miralem Pjanic yang belakangan lagi rajin mencetak gol. Lawan Brescia, dia mencetak gol dari tendangan first time. Lawan SPAL kali ini begitu lagi, bahkan lebih indah.

Usai menerima operan seadanya dari Khedira, bola tanggung langsung dihajar Pjanic dengan tendangan melengkung. Cukup indah meski tak seindah paras Pevita Pearce kala memerankan Sri Asih di film Gundala.

Di babak kedua, beberapa peluang juga dihasilkan tapi kiper Etrit Berisha lagi lumayan ganteng pada sore itu. Peluang Ronaldo dan Dybala serta sundulan jidat Khedira bisa dimentahkan.

Namun sebuah skema apik dari Rodrigo Bentancur, Pjanic, dan Dybala sukses menghasilkan gol yang diakhiri oleh tandukan domba Garut Ronaldo. Sundulannya kali ini tak bisa ditepis dengan sempurna oleh Berisha.

Meski menang dan sudah mulai bagus mainnya, Sarri tetap saja masih kurang puas. Memang tak ada puasnya ini manusia. Sarri tanpa Wangi itu menganggap permainan Juve masih terlalu lambat. Kalau mau cepat, mending pemain Juve disuruh ngomong “air panas.. air panas”, biar pemain lawan cepat pada menyingkir.

“Kami bermain dengan tempo yang salah terutama ketika kami membawa bola. Kami mengalirkan bola dengan terlalu lambat dan kami juga tidak banyak bergerak membawa bola,” kata Sarri dikutip Bola.net.

“Permainan kami semakin membaik di babak kedua. Kami menciptakan banyak peluang dan mereka [SPAL] tidak punya peluang berarti ke gawang kami.”

Main photo: Juventus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here