Juventus dan AS Roma telah melakukan COD-an alias ‘ketemuan’ untuk membicarakan transfer. Hasilnya, mereka sepakat buat tukar pemain yang bakal dibayar dengan cara mencicil.

Leonardo Spinazzola dan Luca Pellegrini lah yang jadi korban tukar pemain ini. Dua-duanya sama-sama pemain sayap kiri dan produk asli binaan akademi klub masing-masing.

Namun entah kenapa, mungkin Juve dan Roma merasa tak cocok. Memang kadang rumput tetangga lebih hijau daripada karpet masjid. Juve iri Roma punya Pellegrini, dan Roma juga iri Juve punya pemain seperti Spinazzola.

Akhirnya, mereka sepakat buat ditukar saja. Toh, keduanya sama-sama tak terlalu dibutuhkan. Buktinya, Pellegrini dipinjamkan ke Cagliari musim lalu. Sedangkan Spinazzola juga jarang dimainkan karena cedera melulu.

Jadilah mereka ditukar. Namun, bukan sekadar barter seperti tukeran kabel casan. Mereka tetap mengeluarkan uang, bahkan Roma membayar lebih banyak dari Juve.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Spinazzola dijual seharga 29,5 juta euro. Sedangkan Pellegrini dihargai 22 juta euro. Jadi, Roma hitungannya beli Spinazzola plus uang 7,5 juta euro buat Juventus. Namun, keduanya tetap harus menyerahkan uang tersebut dengan cara dicicil tiga tahun.

Rada njelimet juga ini transfer. Heran juga kenapa mereka doyan yang ribetribet. Tapi terserah mereka saja, kan setiap orang punya pertimbangan masing-masing. Bisa jadi ini juga langkah untuk menyiasati FFP soalnya mereka tidak langsung mengeluarkan uang 20 jutaan langsung pada tahun yang sama.

Siapa Untung?

Pertanyaan berikutnya siapa lebih diuntungkan? Juve sepertinya bakal lebih diuntungkan dari transfer ini. Soalnya mereka dapat Pellegrini yang jauh lebih muda dari Spinazzola ditambah duit 7,5 jutaan. Pellegrini usianya masih 20 tahunan, lebih muda enam tahun dari Spina. Terus katanya ini orang juga wonderkid.

Namun untuk mendapatkan kehebatan sesungguhnya Juve perlu bersabar. Soalnya kultur sepak bola Italia ini rada kurang bersahabat buat pemain muda.

“Kuat tapi berteknik, Pellegrini adalah pemain yang bisa menguasai sisi sayap selama 90 menit dan lebih dengan konsistensi dan kualitas,” tulis pernyataan resmi Juventus.

Namun, Roma juga pasti merasa lebih diuntungkan. Kalau enggak merasa untung ngapain tukeran. Pada usia 26 tahun, Spina sosok yang sedang ranum-ranumnya macam buah mangga Indramayu.

Spina pun sudah mengenyam pengalaman di Liga Champions meskipun cuma beberapa kali main saja. Dia juga sudah mengenyam bangku sekolah sehingga dipastikan Spinazzola ini bisa baca-tulis.

Main photo: Italiano Calcio

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here