Juventus kehilangan tiga poin saat menjamu Torino di rumahnya sendiri. Namun, mereka tetap bersyukur bisa meraih satu poin. Semua rezeki yang diterima memang patut disyukuri.

Juve memang perlu bersyukur karena mereka nyaris saja mengalami kekalahan pertamanya di kandang sejak Agustus 2015 atau dalam 50 pertandingan.

Adem Ljajic sudah ke-geer-an saat mencetak gol pada menit ke-52 lewat tendangan bebas. Tendangannya lumayan keren sampai bikin kiper Norberto Neto diam di tempat kayak patung selamat datang.

Juve yang tampil dengan tim lapis kedua karena siap-siap buat Liga Champions, akhirnya terpaksa menurunkan beberapa pemain bintangnya. Gonzalo Higuain, Miralem Pjanic, dan Alex Sandro diturunkan untuk menghadapi raja terakhir.

Ketiga pemain itu akhirnya membuahkan hasil. Higuain mencetak gol yang bikin seisi stadion sampai pendukung Juve yang ada di Indonesia meledak, pecah tak karuan.

Pasalnya, gol Higuain dicetak pada menit ke-91 lewat tendangan keras dari luar kotak penalti memanfaatkan operan biasa saja dari Pjanic. Para pendukung Juve bagaikan orgasme di pagi hari karena beberapa kali usahanya gagal membuahkan hasil.

Hasil imbang 1-1 sudah cukup buat tim asuhan Massimilliano Allegri. Dia puas karena timnya terhindar dari kekalahan. Memang, jika Juve meraih kemenangan dalam dua laga terakhirnya, Scudetto keenam dalam enam musim terakhir dipastikan jadi milik mereka.

Namun, Tuhan masih menunda rezekinya para pemain Juve. Dalam dua laga cuma dikasih dua poin saja. Atau jangan-jangan memang sengaja dibikin seri, biar gelar juara didapatkan di kandang Roma pekan depan. Siapa tahu saja.

“Ini adalah poin penting dan tetap semakin dekat dengan Scudetto. Secara matematis awalnya kami butuh empat poin, sekarang tinggal tiga lagi. Sebelumnya mungkin kami terlalu terburu-buru untuk segera mengamankan Scudetto. Tapi akhirnya kami jadi kurang tenang sehingga selanjutnya tak perlu terburu-buru,” ujar Allegri.

Allegri juga menuturkan kalau pertandingan ini jadi salah satu yang terhebat buat timnya selama musim ini. Dia mengakui kalau Torino mampu memberikan perlawanan yang ketat seketat celana hot pants Nikita Mirzani.

“Kami harus memberi selamat kepada kedua tim untuk pertandingan yang luar biasa. Juve memainkan pertandingan begitu banyak musim ini,” kata Allegri.

Bagi Torino, entah yang sudah kesekian kalinya mereka kebobolan di kandang Juve pada menit terakhir. Bagaimana mungkin “Il Toro” tanpa Margens itu bisa lebih bodoh dari keledai. Keledai saja tak sampai jatuh di lubang yang sama sampai dua kali. Lha ini sampai tiga kali secara beruntun.

Dari tiga pertemuan terakhir di J-Stadium, Torino selalu kebobolan pada menit ke-90-an. Ketiganya bikin mereka gagal menang atau minimal seri. Musim 2014/15 Andrea Pirlo membuat gol kemenangan dari jarak jauh.

Musim berikutnya giliran Juan Cuadrado yang bikin gol kemenangan pada injury time. Kali ini Higuain, namun sifatnya gol penyeimbang. Mungkin bosan masa gol kemenangan terus. Sekali-kali bikin gol penyeimbang.

Namun, justru bukan kebobolannya yang bikin Torino kesal bukan main. Mereka ‘KZL’ karena gelandang Afriyie Acquah diusir wasit usai menerima kartu kuning kedua.

Menurut masyarakat Torino, tekel Acquah kepada Mario Mandzukic adalah tekel bersih. Dalam tayanan lambat memang terlihat jelas kaki Acquah mendapatkan bola.

Namun, wasit berpandangan lain karena tekel yang dilakukan Acquah cenderung keras dan kasar meski tak sampai menjurus cabul. Jadi bisa dianggap berniat mencederai lawan.

Bukan hanya Acquah saja yang namanya mirip merek air mineral di Indonesia itu yang diusir, tapi juga pelatih Sinisa Mihajlovic. Dia sangat marah bahkan sampai menghampiri wasit seolah meminta kartu merah juga.

“Saya bisa melihat dari pinggir lapangan kalau Acquah mendapatkan bola dengan bersih. Tak perlu ilmuwan nuklir untuk mengatakannya,” ujar Miha, menyindir sekaligus melawak, nice try. 

“Di babak pertama ada tiga kartu kuning untuk pertandingan yang fair. Saya datang ke wasit keempat dan bertanya mengapa Anda tak membantu wasit? Dia pasti melihatnya lebih baik karena wasit utama sempat menunggu beberapa detik menunggu bantuan untuk mengambil keputusan,” sambungnya lagi.

Yah begitulah takdir. Kalau Tuhan mau berkehendak, maka manusia cuma bisa berusaha. Nikmati saja kalau hasilnya cuma seri dan terkena kartu merah. Harap bersabar, ini ujian, memang mengecewakan.

Malah itu sebuah prestasi buat Torino. Mereka jadi tim pertama yang berhasil mendapat poin di J-Stadium musim ini. Selamat!

Main photo credit: Goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here