Juventus masih belum tergoyahkan di puncak klasemen yang baru saja mengkudetanya dari Inter Milan di Giornata sebelumnya. Tim berkostum putih-hitam Yin & Yang itu menang tipis 2-1 atas Bologna.

Juve yang sudah mulai menemukan permainan terbaiknya kembali menunjukkannya di laga ini. Cuma sayang, banyak peluang emas yang terbuang akibat kejagoan Lukasz Skorupski, kiper Bologna.

Cristiano Ronaldo membawa Juve unggul lebih dulu lewat gol tendangan mendatar tapi kencang banget pada menit ke-19. Setelah dapat assist dalam tanda kutip dari tekelan pemain Bologna, Ronaldo mengeluarkan jurus standar gocekannya dan diakhiri tendangan kencang ke tiang dekat.

Hasil tendangannya tak bisa dicegah oleh Skorupski yang sepertinya cukup kaget dapat tendangan dari Ronaldo. Andai Ronaldo bilang-bilang mau menendang, Skorupski pasti bisa lebih sigap.

Sayangnya, Bologna juga cepat sekali menyamakan kedudukan. Hanya tujuh menit berselang, Danilo membuat gol lumayan cakep lewat tendangan melengkung yang tak bisa dihalau Gianluigi Buffon.

Danilo di sini bukan Danilo bek kanannya Juventus, bukan kembaran juga, tapi kebetulan namanya sama dengan bek kiri Bologna. Maklum, nama Danilo di kalangan orang latin cukup pasaran, macam di Indonesia itu nama “Adi”, “Agus”, atau “Dimas”.

Di babak kedua, Juve mampu unggul setelah terjadi kekacauan di bahtera pertahanan Bologna. Mereka malah sibuk sendiri dan berbuat kebodohan. Mulai dari rebutan antar teman sendiri yang berefek jatuh bersama, lalu salah oper Roberto Soriano malah kasih backpass ke Ronaldo.

Setelah terjadi tendangan asal-asalan dari para pemain Juve, berakhir di kaki Miralem Pjanic yang kali ini menendang tepat sasaran.

Juve sebenarnya punya peluang sampai 7-1 andai Bologna tidak pakai kiper. Atau minimal kipernya Andritany atau Wawan Hendrawan lah, pasti mudah dibobolnya.

Tapi Bologna pakai kiper bernama Skorupski itu, yang susah dibobol. Tercatat 5-6 peluang emas dimentahkannya.

Bologna sempat mendapat peluang emas banget di akhir laga. Peluang mendapat penalti maksudnya. Matthijs De Ligt berbuat bodoh setelah sapuannya meleset malah kena tangan sendiri.

Wasit sudah diskusi sama petugas VAR, De Ligt sudah deg-degan mampus takut kena penalti dan enggak jadi menang. Beruntung wasit tidak memberikan penalti, minimal cek VAR terlebih dahulu. Inilah yang namanya rezeki dari wasit. Tak boleh ditolak.

Meski ada protes dari Bologna, pertandingan tetap dilanjutkan. Mereka dapat peluang emas dari sundulan Federico Santander yang mengenai tiang pada menit terakhir. Selang beberapa detik, Santander mencoba lagi dengan tendangan salto, tapi kali ini ditepis oleh abang Buffon yang masih luar biasa itu refleksnya

Bologna harusnya dapat korner, tapi wasit memilih menghentikan pertandingan yang lagi-lagi dapat protesan dari Bologna. Apa daya, tuan rumah adalah segalanya.

Melihat hal ini, Maurizio Sarri melihat masih ada kelemahan Juve. “Tugas makalah” itu yang harus segera diselesaikan Sarri dalam waktu dekat sebelum sampai masa tenggat.

Sudah menang masih ada saja salahnya di mana. Memang manusia tak ada yang sempurna dan tak ada puasnya. Makanya baiknya jangan dicari-cari, pasti ya ada saja.

“Skenarionya adalah, memenangi bola dari lawan, lalu dengan cepat melakukan rotasi dan transisi dari bertahan ke menyerang. Ada perbedaan yang kontras antara passing bola secara efektif dan melakukan possesion ball. Saya lihat Juventus tidak melakukannya dengan baik. Kelemahan itu harus segera saya benahi,” ucap Sarri dikutip Bola.com.

https://twitter.com/sxa129/status/1185658011911688193

Main photo: juventus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here