Juventus gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang 2-2 oleh Atletico Madrid pada akhir-akhir laga. Padahal, timnya Maurizio Sarri tanpa roti itu sudah unggul dua gol duluan.

Hal ini merupakan hasil yang cukup nyesek bin pahit karena secara keseluruhan tim Juve tampil lebih baik. Apalagi dibobol oleh dua gol yang jadi jurus andalannya Atletico, dari bola-bola mati. Entah tombol pencetan apa yang dilakukan Diego Simeone, selalu saja mencetak gol penting dari bola mati.

Di babak pertama tak ada gol tercipta. Jadi kita skip saja kayak iklan-iklan di Youtube. Lanjut di babak kedua, Juan Cuadrado sudah membawa Juve unggul lewat gol kelas dunia level manusia, belum sampai ke level dewa apalagi levelnya Hotman Paris.

Cuadrado sempat melakukan gerak tipu-tipu yang bisa dikenakan pasal 378, kemudian diakhiri dengan tendangan placing yang cuma bisa diperhatikan saja oleh Jan Oblak.

Juve kemudian menambah keunggulan lewat sundulan Blaise Matuidi memanfaatkan umpan silang ‘santuy’ dari Alex Sandro.

Skor 2-0 harusnya bisa dipertahankan Juventus kalau mereka setelah itu parkir bus Lorena, Dewi Sri, dan semacamnya. Ternyata Atletico ini juga cerdas.

Mereka mengeluarkan jurus rahasia pada waktu yang tepat. Dua gol berhasil disarangkan lewat situasi bola mati. Pertama dari situasi tendangan bebas yang bisa disundul oleh Jose Gimenez, yang dilanjutkan Stefan Savic untuk menjadikannya gol.

Pada menit ke-90, jurus andalan kembali dikeluarkan. Tendangan sudut Kieran Trippier mampu menghasilkan gol bagi Atletico lewat kepalanya Hector Herrera. Lagi-lagi Juve bobol oleh jurus bola matinya Atletico.

Juve benar-benar enggak belajar apa bagaimana. Musim lalu, dua gol Atletico tercipta di leg pertama babak 16 besar juga dari bola mati. Persis dari tendangan bebas dan tendangan sudut. Sekarang kok begitu lagi?

Los Rojiblancos” memang hobi bikin gol dari bola-bola mati. Kalau perlu mereka enggak usah main bagus, cukup cari tendangan sudut saja biar bisa gol. Lumayan kalau dapat 10 korner, siapa tahu 5 bisa jadi gol.

Tentu saja hasil ini cukup pahit bagi Sarri tanpa wangi. Soalnya Sarri sudah pede Juve memenangkan laga setelah main bagus dan mencetak dua gol. Jarang-jarang Juve mencetak dua gol di kandangnya Atletico.

“Ini adalah perkembangan yang pesat dari penampilan terakhir dan kami merasa pertandingan ini sudah jadi milik kami, sehingga hasil imbang ini meninggalkan rasa pahit di mulut,” tutur Sarri.

Pahit di mulut milik Sarri, kalau manis di bibir milik Exist yang judul lagunya “Mencari Alasan“.

Sementara Diego Simeone mengaku puas bisa menahan imbang Juventus. Dia mengakui timnya sempat down tapi akhirnya mampu balik lagi.

“Kami kehilangan sesuatu di babak pertama dan Juventus mengesankan setelah turun minum, tetapi saya menyukai kenyataan bahwa kami tidak pernah menyerah dan membalas ketertinggalan,” ucap Simeone, seperti dilansir Tribal Football yang dikutip lagi dari Liputan6.

Main photo: atletico

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here