Juventus akhirnya meraih kemenangan selisih tiga untuk pertama kalinya musim ini. Kemenangan itu diraih di penyisihan grup Liga Champions melawan Bayer Leverkusen. Selisih tiga gol bukan berarti skornya 10-7, melainkan 3-0.

Skor itu memang jadi pemandangan yang langka setelah Juve ditangani Maurizio Sarri. Sarri memang senang menampilkan sepak bola taktis nan cantik, tapi proses adaptasi memang perlu dibutuhkan bagi Juventus. Soalnya alih-alih jadi cantik, permainan Juve cenderung culun macam kangkung warteg.  

La Vecchia Signora” menangnya cuma selisih satu gol-satu gol saja. Baru kemarin lawan SPAL bisa selisih dua, dan kali ini bisa jadi selisih tiga. Bagus lah, ada perkembangan. Siapa tahu setelah ini bisa jadi selisih empat, lima, enam, dan seterusnya sampai 100.

Secara keseluruhan, Juve juga masih belum menelan kekalahan dalam delapan laga di segala kompetisi. Jadi sebenarnya catatannya masih bagus.

Menghadapi Leverkusen, Juventus baru benar-benar menunjukkan ilmunya Sarri. Pelatih yang hobi sebats itu tampaknya sudah bisa menyalurkan ilmu Sarrismo atau Sarriball-nya kepada Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan.

Ketiga gol yang dicetak di laga itu juga dihasilkan dari open play, bukan dari bola-bola mati. Gol pertama Juve dicetak Gonzalo Higuain yang memanfaatkan salah antisipasi bek berbadan kekar, Jonathan Tah.

Tah ini kalau di gim FIFA, badannya gede banget, susah di-body. Apalagi kalau menghadapi striker mungil macam Paulo Dybala, pasti mental.

Kembali ke lapangan, usai Tah salah menyundul, bola jatuh ke kaki Gonzalo Higuain dan langsung dilepaskan ke gawang Leverkusen.

Higuain dapat kesempatan kedua setelah menerima umpan dari Sami Khedira, tapi kiper Lukas Hradecky bisa menepisnya menggunakan tangannya sendiri.

Di babak kedua, Juve tampil dominan dan menunjukkan keanggunannya. Ronaldo dapat percobaan sampai dua kali tapi masih bisa dimentahkan Hradecky.

Sampai akhirnya Juve menambah keunggulan lewat kerja sama apik Ronaldo dan Higuain, ditutup oleh Federico Bernadeschi.

Ronaldo akhirnya bisa mencetak gol sekaligus menutup kemenangan Juve usai menerima operan manis melewati kolong kaki bek Leverkusen dari Paulo Dybala. Ronaldo tak mau kalah dengan Dybala, bola ditendang lewat kolong kaki Hradecky juga. Kompetitif sekali anaknya.

Higuain yang jadi bintang malam itu, mendapat standing ovation dari fans Juventus. Pemain yang katanya perutnya buncit itu seperti lahir kembali.

“Ini merupakan performa yang bagus. Kami bermain dengan determinasi yang dibutuhkan untuk laga seperti ini. Saya sangat senang dengan gol dan performa saya, standing ovation dari fans benar-benar luar biasa. Kemenangan ini mendekatkan kami pada fase knock out meski masih banyak tugas yang harus kami kerjakan,” ujar Higuain dikutip UEFA.

Main photo: juventus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here