Mentang-mentang mau main di Liga Champions beberapa hari lagi, Juventus langsung sok-sokan mau menyimpan tenaga melawan klub Crotone. Hasilnya, akhirnya mereka hilang angka.

Bertamu ke markas Crotone, pelatih Andrea Pirlo memang mengistirahatkan beberapa pemainnya. Seperti Paulo Dybala, Wojciech Szczesny, Giorgio Chiellini, Adrien Rabiot, Aaron Ramsey, dan Juan Cuadrado.

Sementara Cristiano Ronaldo dan Weston McKennie terpaksa istirahat karena terpapar COVID-19 dan menjalani isolasi diri. Akibatnya, permainan tim jadi kurang maksimal.

Pemain muda Manolo Portanova diturunkan di lini tengah kurang klop dengan Arthur Melo dan Rodrigo Bentancur. Apalagi ada pemain baru lainnya, Federico Chiesa.

Juve pun tertinggal lebih dulu lewat gol penalti Simy setelah bek andalan sok jago Leonardo Bonucci melakukan pelanggaran terhadap Simy.

Juve akhirnya bisa membalas beberapa menit kemudian lewat gol cocor pemain ganteng kuadrat, Alvaro Morata. Dia menerima umpan dari si anak baru, Chiesa.

Sayangnya, ketika di babak kedua Pirlo mau mengubah strategi, mereka malah harus main dengan 10 pemain. Di sini muncul kontroversi karena Chiesa harusnya tak layak menerima kartu merah.

Chiesa dianggap melakukan pelanggaran keras lantaran menginjak kaki Luca Cigarini. Padahal dalam tayangan ulang, kaki Chiesa tak sepenuhnya menginjak Cigarini, dan posisi dalam 50-50. Kalaupun kartu, harusnya kartu kuning terlebih dahulu.

Namun wasit tampaknya enggak mau dianggap memihak Juve seperti yang sudah-sudah. Pokoknya sekarang balik badan semua. Makanya langsung dikartu merah saja.

Atau jangan-jangan ini sebuah konspirasi biar Juve enggak menang terus-terusan di liga? Entah. Soalnya kita sudah bosan juga Juve terus yang juara.

Kerugian Juve yang kedua adalah ketika mereka harusnya mendapat gol kemenangan pada menit ke-76. Padahal Juve main 10 orang dan jelek mainnya, tapi bersyukur ada gol colekan Morata hasil umpan Cuadrado bisa bersarang di gawang Crotone.

Sayangnya memang belum rezeki. Sebelum wasit meniup peluit kick off buat Crotone, wasit lama banget menunggu hasil tayangan VAR. Setelah itu muncul gambar yang dikatakan Morata berada posisi offside.

Setelah dikaji lebih lanjut, banyak Juventini yang protes lantaran Morata harusnya berada dalam posisi onside karena tangan bek Crotone masih mendahului kakinya Morata.

Payah benar ini VAR. Sudah pakai teknologi dan dikasih tanda garis tetap saja salah. Lucunya, hal ini terjadi dalam 2 partai sekaligus dalam satu hari di mana kerugian satunya dialami Liverpool.

Tak seperti fansnya, Pirlo pun enggan membahas kualitas wasit dan VAR yang merugikan timnya. Mending mengakui kesalahan sendiri saja. Jauh lebih respek.

“Kami hanya punya sedikit waktu untuk latihan. Kami juga sering melakukan kesalahan ketika sedang menekan lawan. Hal ini dikarenakan kami hanya punya setengah jam untuk membahas taktik kemarin,” tutupnya.

SHARE
Previous articleMenang Lawan Medioker, City Masih Tetap Medioker
Next articleHampir Kocak Lagi, MU Mampu Bangkitkan Diri
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here