Dan terjadi lagi… kisah lama terulang kembali. Juventus gagal berkali-kali. Itulah kisah Juventus di Liga Champions. Sudah tersakiti tiap tahun, tapi masih coba lagi dan lagi tanpa henti. Padahal sudah tahu bakal tersakiti terus.

Menghadapi Porto di leg kedua, Juventus sebenarnya mampu membalikkan keadaan dan menang dengan skor 3-2. Sayangnya, skor itu tak cukup buat meloloskan Juventus ke perempat final.

Untuk kedua kalinya berturut-turut, Juve gagal melangkah ke perempat final meski sudah memenangi laga leg kedua. Musim lalu begitu juga lawan Lyon.

Entah ada apa dengan Juventus ini. Herannya, itu fansnya kok ya masih pada betah jadi Juventini. Ya suka-suka mereka lah.

Menghadapi Porto, Juve kembali ketinggalan duluan. Memang sudah tabiatnya seperti itu. Ketinggalannya lewat penalti pula. Sebuah pelanggaran mendasar Merih Demiral yang sangat mendasar. Penalti dilakukan Sergio Oliveira dengan mantap membuat Porto unggul 1-0.

Juve mencoba bangkit dan melakukan segala cara. Cuma kebetulan kiper Agustin Marchesin mainnya lagi apik banget. Tercatat ada 5-6 peluang ditepis olehnya. Belum lagi tiang gawangnya juga ikutan jago, ikutan menepis dua kali.

Di babak kedua, Juve mampu membalikkan kedudukan. Federico Chiesa dari out of nowhere mampu mencetak dua gol sekaligus. Pertama lewat tendangan yang sangat bagus penempatannya. Kedua lewat sundulan kepalanya sendiri, bukan kepala orang lain.

Skor 2-1 bikin Juve sangat semangat. Mereka terus menyerbu apalagi unggul dalam jumlah pemain. Tapi ya itu tadi, usaha mereka tidak lah cukup.

Malah di babak ekstra, Juve kebobolan pada menit ke-115 lewat sebuah tendangan bebas asal-asalan. Oliveira memang kelihatan asal menendang saja ke pagar betis tapi tak terduga bisa tembus dan gol.

Para pemain Porto berhamburan ke lapangan merayakannya, seolah kelolosan sudah 99% di tangan. Namun tak semudah itu, Ferguso Porto!

Juve ternyata tidak menyerah. Mereka bikin gol lagi di menit ke-117 lewat sundulan Adrien Rabiot. Bikin Porto jadi deg-deg ser lagi, dan bikin Juventini jadi punya harapan lagi. Walau ternyata cuma harapan palsu.

Pada menit terakhir, Ronaldo dapat peluang sundulan kepala tapi sayang sekali bisa ditepis Marchesin. Tak lama kemudian peluit dibunyikan, Juve gagal lolos lagi. Kasihan sekali, Yang Mulia.

“Ketika anda membuat empat kesalahan besar dalam dua laga babak 16 besar Liga Champions, anda bisa tersingkir,” ujar Pirlo, dikutip Tempo.

“Kami tidak melakukan kesalahan ketika Porto bermain dengan 10 orang, karena yang bisa kami lakukan hanyalah mencoba menyebarkan bola dengan menggerakkan dari sisi ke sisi dan memenuhi area penalti dengan pemain. Begitulah gol kami tercipta.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here