Laju Juventus di ajang Champions belum juga bisa terbendung. Pada laga kontra Atletico Madrid di Allianz Stadium, “Si Nyonya Tua” berhasil memetik tiga poin berkat kemenangan tipis 1-0.

Atletico sebenarnya tampil cukup bagus di laga ini. Secara statistik mereka unggul jauh atas tuan rumah dengan 15 peluang berbanding enam.

Tapi seperti yang sudah-sudah, statistik mau cetak 132 tendangan pun kalau tidak mencetak gol ya sama saja. Pasti yang dilihat terakhir adalah siapa yang menang dan siapa yang kalah. Tidak dilihat siapa yang buat tendangan sepak pojok paling banyak.

Kemenangan ini membuat Juventus sejauh ini terus meroket macam tokoh musuh di Pokemon. Mereka belum pernah merasakan yang namanya kalah a.k.a tidak dapat poin atau dapat huruf L pada tabel klasemen.

Selain itu kemenangan juga membawa Juventus kini kedinginan di mana-mana. Pada klasemen Grup D Champions League, “Si Nyonya Tua” memimpin dengan 13 poin hasil empat kemenagan dan satu hasil imbang.

Sementara itu di Serie A mereka juga belum terkalahkan dan kini sepertinya sedang asik menikmati jagung bakar karena berada di puncak.

Berkat 13 poin tersebut, Juventus dipastikan mendapat satu tempat di babak 16 besar. Sementara Atletico harus berjuang di laga terakhir karena baru mengumpulkan tujuh poin. Mereka diintai Bayer Leverkusen yang berada di peringkat ketiga dengan selisih satu poin.

https://twitter.com/IFTVofficial/status/1199450200336732161?s=20

Kedua tim menciptakan beberapa peluang di paruh pertama. Tapi akhirnya Juventus yang membuka keunggulan. Bukan melalui si manusia tapi cyborg Cristiano Ronaldo, melainkan Paulo Dybala di masa injury time babak pertama.

Mendapat tendangan bebas dari sudut sempit pinggir goal line, Dybala melakukan tendangan langsung ke gawang yang bikin kaget, dan menghasilkan gol. Benar-benar gol kagetan karena baik penonton maupun kiper Jan Oblak juga tak menyangka Dybala langsung menembaknya dari sudut sempit semacam itu. Masih bagus Oblak tidak sampai latah “ayam.. ayam”.

Kalau cari di Youtube keyword-nya, “cetak gol mudah dengan tendangan dari sudut sempit.” Pasti banyak cara-caranya. Mungkin itu yang dihapal betul oleh Dybala hingga menghasilkan gol cantik bin kaget tersebut.

Gol Dybala itu jadi satu-satunya gol yang tercipta di pertandingan. Hingga laga usai, skor 1-0 bertahan untuk kemenangan Juventus.

Maurizio Sarri sendiri mengaku cukup kesal dengan performa timnya di babak kedua. “Babak pertama berjalan luar biasa dan kami benar-benar membangun momentum dari sana. Tapi saya marah di babak kedua, sebab kami terlalu mudah kehilangan bola.”

Sementara itu Koke mengaku cukup kecewa karena mereka tampil bagus tapi gagal meraih kemenangan.

“Kami kerap dikritik karena bermain buruk dan tetap menang, tapi sekarang sebaliknya. Kami bermain baik dan tidak menang,” ungkap Koke seperti dikutip dari Detik.

https://twitter.com/FutbolBible/status/1199435295571300352?s=20

Main photo: @juvefcdotcom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here