Tottenham Hotspur sukses meraih kemenangan saat menjamu Southampton di stadion baru mereka yang namanya kreatif sekali yaitu Tottenham Hotspur Stadium. Meski demikian, Hugo Lloris mendapat sorotan setelah melakukan blunder berujung gol.

Pada laga itu Spurs yang memimpin terlebih dahulu melalui Tanguy Ndombele, harus bermain dengan 10 orang setelah Serge Aurier mendapat kartu merah.

Bermain dengan 10 orang, masalah ternyata bukan hanya ada di kekurangan pemain. Kiper sekaligus kapten timnas Prancis bernama Hugo Lloris yang bukan saudaranya Hugo Boss melakukan sebuah kesalahan fatal.

Kalau bahasa kerennya blunder atau error. Sedangkan istilah ilmiahnya kekocakan. Lloris melakukan sebuah kekocakan di laga itu.

Mendapat bola di dalam kotak penalti, Lloris ini tampak mau gaya-gayaan dengan mengelabui lawan yang akan merebut.

Ngeselin memang kalau kena gocek seperti itu. Bisa sombong pokoknya kalau berhasil menipu lawan.

Saat Danny Ings berusaha mengambil bola, Lloris ini dengan santainya mencoba melakukan sebuah gocekan ala Cruyff Turn. Sepintas memang gocekan yang cukup mudah sepertinya untuk dilakukan. Gerakan kotak+X namun bola melewati belakang kaki.  

https://twitter.com/ODDSbible/status/876741849444106240

Sayang gocekan Lloris belum terlalu jago. Bola tidak bergulir dengan sempurna sehingga mampu disambar Ings dan berbuah gol. Salah Lloris sendiri lagian yang coba-coba melempar manggis. Buat anak saja jangan coba-coba kalau kata Titiek Puspa.

Kalau sekali dua kali mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi kalau seringkali itu namanya ‘Karius Wannabe’.

Menurut catatan Squawka, Lloris bahkan telah membuat sembilan kesalahan di Premier League yang berujung pada gol sejak musim 2016/2017.

Pada Piala Dunia 2018 lalu bahkan ia juga melakukan kekocakan tersebut saat Prancis menghadapi Kroasia di babak final. Sebuah gocekan yang sama dia lakukan lalu diserobot Mario Mandzukic.

Lloris ini benar-benar enggak belajar dari kesalahan. Sudah tahu gocekannya gagal, masih dilakuin juga. Ampun dah.

Beruntung blunder tersebut tak membuat Spurs menelan hasil imbang atau bahkan kekalahan setelah Harry Kane membuat skor menjadi 2-1 yang bertahan hingga akhir.

“Sebagai kiper, bisa saja membuat kesalahan. Namun yang terpenting adalah bagaimana bereaksi setelah itu. Saya sangat kecewa dengan diri saya sendiri, tapi itu adalah hal yang normal,” tutur Lloris, dikutip dari Indosport.

“Di babak kedua saya berusaha tenang dan sebisa mungkin tidak membuat kesalahan yang bisa merugikan tim,” tambah Lloris.

Main photo: trends.blogdaddy.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here