Kamerun mengalami peningkatan cukup pesat di peringkat dunia FIFA. Hal itu bukan karena FIFA merasa kasihan dengan Kamerun, tapi karena klub berjuluk “Les Lions Indomptables” yang entah apa artinya itu bisa menjuarai Piala Afrika 2017 di Gabon.

Kamerun memang sukses menjadi juara Afrika dan mendapatkan gelar kelimanya usai mengalahkan Mesir 2-1, akhir pekan lalu. Sontak, peringkat mereka langsung naik 29 anak tangga, dari 62 menjadi peringkat ke-33. Kalau tidak percaya, silakan hitung sendiri.

Namun, peringkat Kamerun tetap masih kalah dari Mesir sang finalis yang saat ini menjadi tim dari Afrika tertinggi di FIFA yang berada di peringkat ke-23. Peringkat mereka juga naik 12 anak tangga.

Kamerun memang sejatinya tidak diunggulkan di Piala Afrika kemarin. Beberapa pemain pada belagu menolak membela negaranya. Mereka lebih memilih membela klubnya masing-masing dan ogah tampil di Piala Afrika.

Sebut saja Joel Matip (Liverpool), Allan Nyom (West Brom), Andre Onana (Ajax Amsterdam), Guy N’Dy Assembe (Nancy), Maxime Pounje (Bordeaux), Andre Zambo Anguissa (Olympique Marseille), sampai Ibrahim Amadou (Lille).

Namun, urung tampilnya beberapa pilar tak membuat tim asuhan Hugo Broos itu ciut nyalinya. Meski sempat terseok-seok di penyisihan, mereka tetap cuek menghantam lawan-lawannya di babak gugur mulai dari Senegal, Ghana, hingga raja terakhir, Mesir.

Salah satu bumbu rahasia pelatih Broos, bukan Mario Broos, adalah mampu meningkatkan motivasi para pemain. Maklum, saat Broos datang kebanyakan isinya hanya pemain-pemain tua meski masih belum jompo-jompo amat.

“Ketika saya datang ke Kamerun setahun lalu, saya mendapati sekelompok pemain tua dan tak punya motivasi. Saya harus mengubahnya,” kata Broos, dikutip Tempo.

Lebih lanjut, pria yang rambutnya sudah putih semua itu menambahkan, “Para pemain bermain tanpa antusiasme, tidak bermain demi tim nasional melainkan karena diharuskan, karena pelatih mengundang mereka. Oleh karena itu saya sedikit mengubah tim, memasukkan beberapa pemain muda dan saya kira itu berhasil.”

Sekarang, tim berkostum hijau-merah itu tinggal menikmati pesta saja. Bebas bisa berpesta sampai pagi, tanpa para pemain sombong seperti Matip dkk. Selamat, Anda layak dapat bintang, nikmati bung! Bintang segalanya.

Main photo credit: The Citizen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here