Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, striker Real Madrid, Luka Jovic, sepertinya bakal harus menginap di hotel prodeo selama 6 bulan di negara asalnya. Hal itu terjadi karena Jovic melanggar karantina rumah saat awal-awal masa pandemi COVID-19 di Serbia.

Jovic ini memang rada bader, disuruh stay di rumah dia malah keluyuran. Kebayang model-model Jovic ini suka keluyuran naik motor bonceng tiga lalu nongkrong di kafe hits sampai larut malam.

Biasanya yang begitu-begitu cuma numpang wifi doang. Beli es kopi susu 18 ribu, tapi nongkrongnya enam jam. Bikin rugi yang punya kafe atau warkop.

Bedanya, tongkrongan Jovic lebih berkelas. Dia keluyuran bersama pacarnya sedang berpesta di jalanan Beograd. Sikap Jokovic ini mengundang kritikan baik di negaranya maupun di Spanyol.

Jovic dan pemain Serbia lainnya yang bermain dengan klub asing dikritik oleh Perdana Menteri Ana Brnabic setelah mereka kembali. Apalagi setelah Jokovic terlihat berpesta di jalanan pada hari ulang tahun pacarnya.

Lagian kayak tidak ada tempat lain. Kenapa enggak di kosan atau di mana gitu kek.

“Kami memiliki contoh negatif tentang pesepakbola kami, yang dibayar sangat baik, mengabaikan isolasi diri wajib saat kembali ke rumah,” kata Brnabic, seperti dikutip oleh Diario AS.

Real Madrid dilaporkan sudah hilang kesabaran dengan Luka Jovic. Los Galacticos berencana menjualnya akhir musim ini karena kecewa dengan performanya.

Striker berusia 22 tahun itu bergabung dengan skuat Los Blancos tahun lalu. Ia ditebus sekitar 60 juta Euro dari Eintracht Frankfurt setelah ia tampil mengesankan di Bundesliga.

Bayangkan betapa zonk-nya Madrid setelah mengeluarkan uang banyak tapi hasilnya cuma seiprit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here