Setelah lama berada di bangku cadangan Inter, Stevan Jovetic akhirnya resmi pindah ke Sevilla. Klub bernuansa merah-putih kaya bendera Indonesia itu mau coba pinjam dulu dari Inter.

Jojo -panggilan Jovetic- memang tidak bisa berbuat banyak musim ini. “I Nerazzurri” -julukan Inter- terlalu lama mengendapkannya di dalam panci. Alhasil, Jovetic pun melempem dan ingin mencoba petualangan baru mencari ‘kitab suci’.

Mantan pemain Fiorentina itu hanya mendapat kesempatan lima kali bermain saja, bahkan semuanya berstatus sebagai pemain cadangan. Masih kalah sama Zulham Zamrun di Piala AFF kemarin yang sempat jadi starter.

Musim lalu, Jovetic sebenarnya tampil cukup gemilang pada awal musim. Dalam 20 laga pertama Jojo mencetak empat gol dan dua assist. Sayang, separuh musim berikutnya pemain berhidung mancung kaya paruh entok itu kebanyakan cedera.

Itulah alasan mengapa dia banyak dicadangkan. Apalagi, belakangan pemain berusia 27 tahun itu kalah bersaing dengan Ever Banega dan Joao Mario.

Lantaran kalah bersaing, terpaksalah Jovetic pindah ke lapak sebelah demi mencari sesuap nasi, sebutir jagung, sepotong pizza, dan seonggok roti Arab. Jovetic akhirnya bergabung dengan Sevilla dengan opsi pembelian permanen sebesar 14 juta euro, atau setara dengan 1.900-an unit mobil Datsun Go.

Gambar terkait
Salam super! (Bola.com)

Dengan bergabung ke Sevilla akan membuka kesempatan Jojo untuk main di Liga Champions. Itu juga kalau tidak kebanyakan cedera lagi.

Liga Champions adalah sesuatu yang diinginkan Jovetic selama di Inter. Sayang, klub berlambang ular kadut itu tak pernah lolos ke kasta tertinggi di Eropa itu selama beberapa musim terakhir.

Bangkit dari Kubur

Jovetic juga siap bangkit dari kuburnya meski belum diketahui kapan matinya. Dia juga tidak menyebutkan secara spesifik kuburan mana yang dimaksud, apakah Tanah Kusir atau Karet.

Yang pasti, Jojoa punya tekad bulat sebulat Sora Aoi di film JAV untuk mengembalikan performanya ke jalan yang benar.

“Saya datang ke sini karena Sevilla adalah klub besar yang bermain di Liga Champions. Saya pikir saya bisa kembali ke trek dan melakukan segalanya untuk tim ini,” tuturnya.

Jovetic mengaku dikompori oleh Samir Nasri untuk bergabung bersama “Sevillistas“. Bisikan tetangga itulah yang membuatnya pergi dari rumahnya di Milan.

“Saya berdiskusi dengan Nasri dan banyak berbicara soal Sevilla. Bagaimana atmosfer kekeluargaan di sini sampai pelatih yang bagus seperti Jorge Sampaoli,” ujar Jojo, dikutip FourFourTwo. *tamat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here