Sebuah saran atau permintaan yang cukup bm, nyeleneh, sekaligus aneh dilontarkan oleh legenda Tottenham Hotspur, Garth Crooks. Ia meminta Jose Mourinho untuk pensiun secara permanen andai tidak bisa memberi trofi untuk Spurs.

Legenda sih legenda, tapi semena-mena sekali permintaan si Crooks ini.  Main suruh orang pensiun selamanya saja. Mungkin kata Mourinho dalam hati, “lau sokap ngatur-ngatur idup gue!??”

Padahal usia penisun PNS saja 58. Sementara batas usia pensiun maksimum adalah 60 tahun. Terlalu dini nampaknya apalagi bagai seorang pelatih sepak bola yang tidak ada batas usia pensiunnya. Apalagi Mourinho baru berusia 56 tahun.

Kalau umurnya bisa sampai 100 tahun, masih ada waktu sekitar 44 tahun lagi yang bisa digunakan Mourinho kalau mau terus jadi pelatih. Kalaupun tidak dapat banyak trofi, pasti dapat penghargaan sebagai pelatih terlama. Lumayan dapat sertifikat MURI dari Jaya Suprana.

Wajar saja tapi Crooks ini berharap banyak dari Mourinho. Secara mantan pelatih Chelsea dan Manchester United itu diberikan gaji yang cukup tinggi. Dikabarkan bahwa Mourinho menerima bayaran 15 juta poundsterling per tahun.

Apalagi awal kedatangannya, Mourinho memang sempat mengatakan ambisinya untuk memberikan trofi bagi Spurs.

https://twitter.com/Sporf/status/1198251326410502144?s=20

“Manajer baru Tottenham diberikan salah satu tim terbaik di negara ini, stadion terbaik di dunia, dan salah satu akademi terbaik, dan itu semua disertai dengan fasilitas pelatihan canggih,” ujar Crooks dikutip dari CNN Indonesia.

“Jika Mourinho tidak bisa memenangi trofi di klub ini, dia seharusnya mempertimbangkan pensiun dari sepak bola secara permanen,” ucap Crooks menambahkan.

Memang kalau mau dapat trofi dengan mudah, bikin piala tarkam saja. Nanti lawannya klub-klub kecil di London Utara. Dijamin pasti Spurs bakal jadi juara. Kalau masih kalah juga, benar-benar keterlaluan namanya.

Apabila melihat dari rekam jejak kepelatihan Mourinho, sejak melatih FC Porto, pelatih asal Portugal itu tak pernah absen memberi trofi untuk klub yang ditanganinya.

Semacam auto-juara sepertinya kalau dilatih oleh Mourinho. Sangat cocok sebenarnya ia untuk Spurs yang sudah tak pernah angkat trofi entah kapan terakhir kali.

Crooks yang sempat bermain selama lima musim untuk Spurs di era 80-an, percaya bahwa nasib Mourinho akan berbeda dengan saat di MU.

“Saya merupakan salah satu pengkritik Mourinho dalam dua tahun terakhir, tetapi Spurs adalah klub yang berbeda dengan MU,” tutur Crooks.

“Saat Anda mulai mendengar fan Tottenham menyanyikan nama Mourinho, Anda akan tahu itu,” kata Crooks melanjutkan.

Main photo: @squawkanews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here