Jerman hampir saja kebangetan apek saat bertemu dengan Swedia di laga kedua. Bermain dengan penuh tekanan dan tantangan, “Der Panzer” akhirnya bisa menang sampai titik darah penghabisan. Skor 2-1 dibuat oleh Jerman pada menit terakhir.

Tampil seperti biasa dengan putih-hitam macam petugas katering kawinan, Jerman bermain sangat dominan. Bahkan terlihat seperti latihan, macam enggak ada lawan. Wong dalam delapan menit pertama saja Jerman passing-passing-an enak banget sampai 122 kali. Sedangkan Swedia cuma dikasih kesempatan enam kali saja.

Dalam periode itu pula, setidaknya sudah tiga peluang membahayakan rumah tangga pertahanan Swedia. Sepertinya Jerman tinggal tunggu waktu saja buat bikin gol.

Sayangnya, para pemain Jerman yang sebagian besar pada bisa berbahasa Jerman dengan lancar itu masih ogah-ogahan bikin gol. Justru Swedia yang balik mengancam lewat serangan balik persis jurus yang dipakai Meksiko.

Marcus Berg yang sudah sendirian di depan gawang malah menendangnya ke tangan Manuel Neuer. Sudah tahu kiper begitu besar masih saja ditendang ke tengah. Coba kalau tendangnya ke belakang, sudah pasti makin tak bisa gol.

Di pertengahan babak pertama, Jerman harus kehilangan seorang pemainnya, Sebastian Rudy yang babak belur wajahnya sampai berdarah-darah akibat tertendang pemain Swedia.

Akibatnya, lini tengah Jerman jadi goyah. Swedia sempat gantian menguasai laga beberapa menit yang berbuah gol. Kesalahan oper dari Toni Kroos mampu dimaksimalkan Viktor Claesson untuk memberi umpan kepada Ola Toivonen.

https://twitter.com/shotongoal247/status/1010595295141482496

Toivonen yang badannya tinggi dengan mudah mengontrolnya pakai dada, soalnya kalau pakai pantat rada susah. Meski dapat challenge dari Antonio Ruediger, tapi dia tetap bisa cetak gol dan memperdayai Neuer.

Segenap warga Swedia merayakannya dengan khidmat. Sedangkan warga Jerman tertunduk lesu sambil memegangi dagu dan pipi. Pemain-pemainnya drop semua, kecuali Neuer yang mencoba menyemangati bawahan-bawahannya.

Bagaimana tidak panik, mereka bobol lagi hanya akibat kesalahan oper di lini tengah seperti yang dilakukan lawan Meksiko. Andai mereka tak mampu membalasnya dan kalah, sudah dipastikan Neuer dan kawan-kawan cuma jadi turis yang hobi selfie. 

Di babak kedua, pelatih berjuluk J-Lo alias Joachim Loew memasukkan Mario Gomez untuk menambah daya gedor. Benar saja, baru berjalan beberapa menit di babak kedua Gomez sudah memberikan assist tak sengaja buat Marco Reus.

Berawal pergerakan Timo Werner di sisi kiri melepaskan operan tajam langsung ke jantung pertahanan. Bola mengenai kaki Gomez dan memantul ke arah Reus yang sedang berlari. Reus coba-coba melempar manggis dengan mengayunkan bola yang akhirnya berbuah gol. Padahal bikin golnya pakai tulang kering bagian atas.

Skor 1-1 bikin mental Jerman naik. Negaranya Angela Merkel itu langsung bangkit menggempur pertahanan Swedia buat bikin gol lagi. Tapi nyatanya kok susah bukan main.

Jerman malah kehilangan Jerome Boateng akibat diusir wasit karena mainnya enggak sopan alias kasar. Situasi makin sulit karena mereka tertinggal satu pemain dan butuh satu gol.

Sebenarnya seri 1-1 tak langsung membuat Jerman jadi turis boros yang pulang lebih awal akibat kehabisan duit. Soalnya masih ada laga berikutnya yang bisa mereka menangkan dari Korea Selatan sambil ngarep Swedia dibantai Meksiko.

Namun daripada menunggu nasib orang lain, yang belum tentu pasti juga, mending diusahakan sendiri. Soalnya Meksiko dan Swedia bisa saja main mata buat bikin hasil seri. Kalau tak main mata, bisa main tangan, main telinga, main bulu hidung, sampai main kelenjar getah bening.

https://twitter.com/hinalein/status/1010616545851125761

Sampai menit ke-85 Jerman masih apes sekaligus apek semacam belum mandi wajib. Sundulan Gomez masih saja ditepis oleh kiper Robin Olsen secara sempurna.

Lalu tendangan Julian Brandt dari luar kotak penalti cuma bisa mengenai tiang gawang. Padahal warga Jerman sudah berharap betul tendangannya itu berbuah gol. Nyatanya tidak.

Sampai akhirnya tiba saat yang ditunggu-tunggu warga Jerman, tapi tidak ditunggu-tunggu warga Swedia. Menit ke-94 lewat 30 detik, Jerman dapat tendangan bebas dari pinggiran kotak penalti.

Kroos sudah mengintai-intai mau tembak langsung. Usai berdiskusi dengan Reus, bola dioper dulu ke Reus sebelum ditembak langsung ke gawang Olsen. Bola tak mampu dibendung Olsen yang sudah gaya-gayaan pakai sarung tangan kiper.

Tendangannya Kroos berbuah gol dramatis. Semua warga Jerman bersorak kegirangan, histeris berat melihat gol yang dinanti-nanti sejak sebelum Piala Dunia itu.

Sedangkan para pemain Swedia tampak tak percaya. Cuma bisa bengong, sebagian ada yang memegangi kepala. Kalau sudah begini terpaksa mereka meski menang besar lawan Meksiko di laga terakhir.

Jerman enggak jadi seri atau kalah. Enggak cuma jadi turis doang yang numpang lewat hobi foto-foto pakai kacamata hitam. Meski belum lolos, setidaknya mereka tidak langsung gugur dan peluangnya terbuka lebar. Tidak setipis tisu yang biasa dipakai lap ingus.

“Kami tak kehilangan keberanian kami. Kami tidak panik setelah pertandingan dan katakan kepada pemain agar terus memimpin pertandingan. Kami memang tak membuat peluang emas, tapi tak pernah kehilangan harapan. Gol menit akhir sebuah keberuntungan,” ucap Loew yang sudah tak tertangkap kamera lagi garuk-garuk.

Di kubu Swedia, pelatih Janne Andersson langsung sensi berat yang bisa-bisa langsung bacok orang kalau disenggol. Melihat gol terakhir tersebut, Andersson bete berat karena selebrasi Jerman yang berlebihan. Dia juga marah-marah karena wasit tak gunakan VAR untuk mendapatkan penalti buat Swedia.

“Mereka berada di depan kami membuat gestur, itu benar-benar membuat saya marah, kami semua kesal. Kami bertarung selama 90 menit dan pada akhirnya anda harus berjabat tangan dengan mereka lalu pergi. Jadi, ya kami sangat marah dengan reaksi mereka,” ucap Andersson dikutip Tribunnews.

Insiden Berg dijatuhkan itu jelas penalti. Buat apa kita punya sistem kalau wasit tak mau memeriksanya dahulu,” sambungnya.

Main photo: @WrldSoccerShop

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here