Jerman Gaya-gayaan Berujung Memalukan, Jepang Mengguncang!

0
215

Lagi! Bekas juara Piala Dunia tumbang 1-2 dari tim Asia. Jerman tidak belajar dari Argentina bagaimana situasi sudah unggul 1-0 dari tendangan penalti di babak pertama, eh kena comback di babak kedua jadi 1-2, dalam kurun singkat pula.

Jepang sebenarnya lawan yang kualitas bermainnya masih di bawah Jerman. Terlihat jelas perbedaan kekuatan mereka di babak pertama. Jerman begitu unggul dalam penguasaan bola dan operan. Jepang bisa dihitung dengan jari manusia.

Belum apa-apa mereka sudah berbuat kesalahan yang menyebabkan penalti. Ilkay Guendogan dengan cermat memanfaatkan peluang tersebut. Jerman pun melanjutkan permainan cantik mereka untuk menambah gol dan berhasil, walau dianulir.

Nah, di babak kedua dari awal sampai pertengahan cenderung masih biasa-biasa saja. Jerman merasa unggul segalanya sampai akhirnya Jepang mulai mengubah taktik dan melakukan pergantian pemain yang mengubah jalannya laga.

Di sisi lain, Jerman malah kebanyakan gaya. Dibuktikan oleh aksi enggak jelas Antonio Ruediger yang seolah meledek pemain Jepang entah siapa namanya. Lalu, peluang-peluang emas Jerman juga enggak ada yang jadi. Banyak banget ditepis sama kiper Jepang titisan Genzo Wakabayashi, Shuichi Gonda.

Seolah kebanyakan mikir, mau dibikin gol model apa, dibikin gaya apa. Biar kelihatan keren mungkin, masuk Tiktok jadi viral. Maklum lah, anak zaman sekarang lebih penting penampilan luar ketimbang esensi dalamnya. Itulah Jerman.

Plus, “Der Panzer” juga kebanyakan mikirin kampanye One Love yang ngotot banget kampanye LGBT tersebut diperbolehkan di Qatar. Minta dihargain, tapi enggak mau menghargai prinsip tuan rumah. Aneh-aneh saja ini Jerman.

Hasilnya? Karena kebanyakan mikir kampanye tersebut Jerman akhirnya kalah. Mulai memasuki menit ke-70-an, gawang Manuel Neuer sudah diancam beberapa kali. Hasilnya kejadian pada menit ke-75 melalui Ritsu Doan. Doan yang bukan kepanjangan dari Mendoan itu memanfaatkan bola muntah tepisan Neuer.

Delapan menit kemudian, giliran Takuma Asano yang berlari kencang lolos dari jebakan offside untuk membobol gawang Neuer dari sudut sempit. Bukannya ditepis, Neuer malah menghindar. Mungkin jijik sama bola persembahan negara anti-LGBT.

Sontak, warga Jepang termasuk warga Asia lainnya girang bukan kepalang. Mereka merayakan gol tersebut sudah seperti menang Piala Dunia.

Karma pun kejadian. Jerman gagal menyamakan kedudukan dan akhirnya kalah. Beginilah kalau kebanyakan rencana, kebanyakan gaya, kebanyakan mikirin hal-hal di luar sepak bola. Biar rasa tuh one love.

SHARE
Previous articleFinalis Kurang Greget, Berakhir Remis Tanpa Gol
Next articleSpanyol Gaspol, Kosta Rika Ditampol Sampai Benjol
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here