Inggris melangkah ke babak perempat final setelah menang sempurna atas Jerman di 16 besar. Inggris sukses mengalahkan Jerman dengan skor 2-0, sekaligus mencatatkan diri sebagai tim yang belum pernah kebobolan di ajang Euro 2020.

Inggris memang boleh jemawa, strategi racikan Gareth ‘Gerbang Selatan’ Southgate itu benar-benar mantap. Mereka sukses meredam serangan Jerman meski kadang rada hoki juga.

Dua peluang pertama dari Jerman didapat Leon Goretzka dan Timo Werner. Keduanya mampu lolos dari pengawalan pemain Inggris. Namun Goretzka terpaksa dijegal, sedangkan Werner tak perlu dijegal. Cukup dilihati saja juga sudah gagal sendiri.

Inggris tidak banyak membuat peluang. Cuma sebuah peluang dari Raheem Sterling yang menembak dari luar kotak penalti, bisa ditepis kiper bohay, Manuel Neuer.

Di babak kedua, Southgate memasukkan Jack Grealish yang disebut-sebut pemain skillful but no vision oleh seorang coach di Indonesia. Ternyata, masuknya Grealish membawa perubahan besar. Sedangkan Jerman, sayang sekali tak punya pemain skillful but no vision sehingga tidak mampu membuat perubahan.

Inggris sukses membuka keunggulan lewat sebuah aksi individu dari Sterling yang membuka ruang, lalu menerima umpan silang dari Luke Shaw.

Jerman nyaris nyaris nyaris saja menyamakan kedudukan setelah Sterling melakukan blunder. Bola diserobot Kai Havertz dan digas oleh Thomas Mueller. Sudah melaju sendirian berhadapan dengan kiper, bola malah ditendang ke papan sponsor. Di sinilah rada hokinya Inggris.

Andai saja itu gol, keadaan pasti berubah. Bisa jadi Jerman mampu membalikkan kedudukan, atau mungkin berlanjut sampai adu penalti dan tetap Inggris yang menang.

Sekitar 10 menitan, Inggris akhirnya menggandakan keunggulan lewat Harry Kane yang akhirnya bikin gol juga. Setelah tampil kocak selama penyisihan grup, Kane melakukan sundulan samping usai menerima umpan silang dari Grealish. Sebuah gol copasan dari gol pertama.

Inggris pun memastikan diri melaju ke babak berikutnya. Langkah mereka terbilang ringan, cukup menghadapi Ukraina di perempat final, lalu menghadapi Ceko/Denmark di semifinal.

Namun, mereka mesti hati-hati. Kadang-kadang menang sekali jemawanya sudah enggak ketulungan. Tinggi hati sampai ke langit-langit kantor KPK. Inilah yang harus diwaspadai warga negara Inggris.

Perasaan jemawa harus segera ditangkis dan diantisipasi agar tak mengulangi kesalahan-kesalahan yang dulu-dulu. Cek saja Piala Dunia 2018, betapa euforia berlebihan digaungkan warga Inggris. Bahkan sampai membuat tagar Football is Coming Home.

Ketika di semifinal mereka percaya diri bisa mengatasi Kroasia. Kenyataannya, mereka malah kalah 1-2 dari Kroasia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here