Jepang menjadi tim Asia kedua yang meraih poin penuh setelah Iran di laga pertama Piala Dunia 2018. Tak main-main, lawan yang dikalahkannya adalah perempat finalis edisi sebelumnya, Kolombia.

Beda dengan Iran yang menangnya pakai bantuan lawan, enggak bikin gol tapi bisa di puncak klasemen. Lawannya juga Maroko, kira-kira setara dengan mereka.

Tapi Jepang, lawannya ini Kolombia. Salah satu tim kuat di Amerika Selatan yang dihuni pemain-pemain liga papan atas. Sayangnya tak ada yang main di liga Malaysia, Thailand, Vietnam, atau Srilanka.

Blue Samurai” juga mencetak gol dengan kemampuan sendiri, tanpa bantuan Tsubasa atau Maria Ozawa. Meski memang ada bantuan tak langsung dari pemain Kolombia yang malah main voli di laga tersebut.

Ya, Jepang memang unggul cepat saat pertandingan baru dimulai beberapa menit saja. Belum sempat foto-foto, serangan Jepang sudah berbahaya. Yuya Osako entah gimana bisa lolos dari pengawalan Patwal bek Kolombia dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper David Ospina.

Namun Ospina mampu memblok tendangan Osako yang tak kencang-kencang amat macam mobil Grab cari alamat. Nahas, bola kembali jatuh di kaki Shinji Kagawa yang langsung menembaknya sekuat tenaga tanpa pakai alasan yang mengada-ngada.

Bola lalu membentur bek Carlos Sanchez dan selamatlah gawang Kolombia. Tapi ternyata, Sanchez menepisnya pakai tangan dan ketahuan. Mungkin dia masih galau ingin jadi pesepak bola profesional atau pevoli internasional.

Wasit tak berikan ampunan. Kartu warna merah dikeluarkannya tanpa harus diwarnai terlebih dahulu pakai spidol Snowman. Hal itu sempat diprotes warga sekitar, tapi tak mengubah keputusan. Kagawa mengambil penaltinya dengan baik dan memastikan keunggulan.

Bermain dengan 10 pemain sejak menit ketiga, entah maksudnya nge-voor atau apa, membuat Kolombia harus memutar otak. Main 11 lawan 11 saja susah, ini sok-sokan main 11 lawan 10.

Alhasil pelatih Jose Pekerman terpaksa mengorbankan Juan Cuadrado agar permainan tak jelek-jelek amat. Untungnya, Jepang tak terlalu main ngotot di babak pertama. Cenderung puas, mungkin baru saja pada nonton JAV jadi pada rada lemas.

Situasi tersebut dimanfaatkan Kolombia mengambil alih permainan. Meski cuma 10 orang, masih punya bantuan dari lawan yang tak mau lagi menyerang. Akibatnya, Kolombia berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas.

Juan Quintero berhasil menipu jamaah pagar betis Jepang. Bola ditendang menyusuri tanah tanpa menggunakan Google Maps. Bola yang tak kencang-kencang amat berhasil ditangkap oleh Eiji Kawashima yang rada gelagapan. Namun, bola sudah keburu melewati garis gawang sebelum dikeluarkan lagi oleh Kawashima yang merasa dirinya Wakabayashi.

Di babak kedua, Jepang sudah tak mau terlalu baik. Kali ini mereka menggempur habis pertahanan Kolombia yang dihuni pemain-pemain berkostum kuning macam bendera orang meninggal tersebut.

James Rodriguez yang dimasukkan di babak kedua tak mengubah keadaan. Baru coba menyerang sudah patah di tengah. Semangat Romusha diperagakan para pemain Jepang buat meraih kemenangan.

Akhirnya, gol kemenangan yang ditunggu-tunggu tiba juga. Sebuah situasi sepak pojok berhasil dimanfaatkan oleh Yuya Osako untuk menyundul di sela-sela rambut dan ketiak para pemain Kolombia.

Bola lalu memantul ke tiang dan masuk ke gawang. Ospina berhasil menangkapnya tapi kondisi bola sudah di dalam gawang. Buat apa, sia-sia saja. Menangkap bola yang sudah ada di dalam gawang sama saja nonton bola di TV tapi tombol power-nya mati.

Kemenangan ini memastikan Jepang membuat rekor sebagai tim Asia pertama yang mengalahkan tim Amerika Selatan di Piala Dunia. Sekaligus membalas dendam mereka di Piala Dunia 2014 saat dibantai 1-4 oleh Kolombia.

“Ketika jeda, saya mengatakan pada para pemain bahwa jika kami terus mendominasi dan memainkan bola ke segala arah, kami akan bisa membuat stamina pemain Kolombia habis,” buka Nishino di laman resmi FIFA, di-copas lagi dari Goal.

“Para pemain kami sudah sangat agresif sejak laga dimulai dan saya pikir cara itu bekerja dengan sangat baik untuk kami. Namun ini baru satu kemenangan dan dihargai tiga poin, jadi kami akan menyimpan selebrasi kami,” pungkasnya sok bijak.

Main photo: @BleacherReport

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here