Penantian panjang Inter Milan untuk kembali mendengar “The UEFA Champions League Anthem” sebelum bertanding akhirnya usai juga. Setelah terakhir kali berlaga di Liga Champions pada musim 2011/2012, kita akan melihat lagi saudara satu kontrakan AC Milan itu di liga tengah pekan.

Keberhasilan mereka didapat setelah melewati laga hidup mati melawan Lazio. Maklum saja, sebelum pertandingan pekan terakhir Serie A, poin keduanya berselisih tiga. Lazio di peringkat keempat dengan 72 poin, sementara Inter di posisi kelima dengan 69 poin.

Keduanya lantas berjumpa pada pertandingan pekan ke-38 tadi malam yang digelar di Stadio Olimpico, Roma. Sempat tertinggal dua kali, Inter berhasil meng-kombek “Elang Ibukota” hingga pertandingan berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan “La Beneamata”.

Kemenangan tersebut membuat poin keduanya menjadi sama 72 di klasemen akhir. Namun Inter lah yang berhak lolos ke Liga Champions karena unggul secara head-to-head atas Lazio. Kemenangan Inter tersebut membuat mereka menyusul langkah Juventus, Napoli, dan AS Roma.

Sementara itu “I Biancocelesti” harus puas bermain di Liga Europa karena tidak ada tiket yang tersisa. Maklum jelang lebaran begini memang susah sekali cari tiket. Sekalinya dapat, harganya bisa untuk biaya hidup dua minggu.

Pada pertandingan tadi malam, laga berjalan sangat sengit sampai-sampai wasit mengeluarkan 12 kartu. Padahal sudah jelas bahwa ini bukan pertandingan ceki antar RT. Dari 12 kartu yang dikeluarkan wasit tidak ada kartu gaple, kartu remi, apalagi kartu Beyblade. Total ada 10 kartu kuning yang diberikan dan dua adalah kartu merah yang spesial diberikan untuk Lazio.

Hanya sembilan menit setelah laga dimulai, Lazio langsung unggul melalui gol bunuh diri Ivan Perisic. Tendangan keras Adam Marusic membuat bola dengan mesra mencium wajah Perisic. Bola yang kemudian berubah arah tidak dapat diantisipasi oleh Samir Handanovic. Dia diam saja macam kucing warteg habis dapat makanan. Lazio unggul 1-0.

Jelang setengah jam laga berjalan, Inter menyamakan kedudukan lewat gol Danilo D’Ambrosio. Berawal dari sepak pojok, D’Ambrosio yang sudah masuk ke dalam gawang duluan baru mengajak bola masuk dengan sebuah tendangan asal-asalan. Wasit sempat mempertimbangkan karena terlihat seperti pelanggaran, namun pada akhirnya mengesahkan gol tersebut.

Empat menit sebelum waktu normal babak pertama berakhir, Lazio kembali unggul berawal dari serangan balik yang diselesaikan dengan baik oleh Felipe Anderson. Handanovic kembali hanya bisa diam saja. Kali ini seperti sedang ikut upacara bendera dengan sikap sempurna. Paling-paling tangan saja yang bergerak kalau disuruh hormat.

https://twitter.com/JuanDirection58/status/998338195044556800

Inter akhirnya menyamakan kedudukan pada babak kedua. Stefan de Vrij yang musim depan dipastikan pindah ke Inter, membuat pelanggaran kepada Mauro Icardi di kotak terlarang.

Apakah ini termasuk konspirasi Wahyudi? Entahlah. Yang jelas di media sosial ramai mengecam De Vrij tidak profesional. Ada yang bilang pemain Belanda itu sengaja membantu Inter untuk berlaga ke Liga Champions karena dia juga bakal bermain bersama Inter. Sedangkan kalau Lazio yang lolos, dia cuma main di Liga Europa bersama Mauro Icardi dkk.

Kesempatan yang jarang-jarang itu tak disia-siakan oleh Icardi. Dia yang mengambil sendiri tendangan penalti tersebut tanpa kesulitan menendang bola hanya dengan satu kaki saja. Kalau pakai dua kaki takut terlalu kencang mungkin.

Kedudukan seri dan sama kuat, tak ada yang menang dan tak ada yang kalah. Dengan begini, Lazio sebenarnya berhak melaju ke Liga Champions. Sayang, takdir berkata lain.

Selang satu menit kemudian, Lazio harus kehilangan kapten mereka, Senad Lulic setalah mendapat kartu kuning kedua. Unggul jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Inter. Mereka berbalik unggul ketika Matias Vecino berhasil menanduk bola hasil umpan pojok. Inter unggul 3-2.

Pada masa injury time wasit kembali mengeluarkan kartu merah untuk pemain Lazio, Patric, yang bahkan tidak bermain. Kasihan sekali, sudah tidak main diusir wasit pula. Hingga berakhir skor tidak berubah untuk keunggulan Inter.

Segenap warga Inter berpesta pora sudah kayak menang Piala Dunia. Apalagi, enaknya sekarang keempat tim Italia sudah lolos langsung ke penyisihan grup, tidak lewat kualifikasi lagi.

Rasanya memang sudah lama buat warga Inter tak mendengar lagu Liga Champions di kontrakannya mereka. Jangan-jangan mereka sudah lupa dengan jadwal Liga Champions yang biasa digelar Selasa dan Rabu malam. Ingatnya cuma Sabtu dan Minggu malam terus, jadwalnya Seri A.

Maklum saja, kira-kira ada sekitar tujuh tahunan mereka tak merasakan Liga Champions, saat di mana Rafathar belum dilahirkan ke bumi. Saat Awkarin juga belum seheboh ini. Selama periode itu, Inter cuma jadi tim papan tengah saja. Malah kadang jadi papan penggilasan bagi tim-tim papan atas masa kini di Seri A seperti Juventus dan Napoli.

Kemenangan Inter tersebut diakui oleh Andrea Rannochia sebagai sebuah keberuntungan. Apalagi mereka meraihnya dengan sangat dramatis dan tertinggal lebih dulu.

“Untungnya, kami meraih kemenangan. Kami akan menikmati momen ini setelah berhasil membalikkan keadaan dengan gemilang,” kata Ranocchia, dikutip dari Liputan6.

Sementara itu Simone Inzaghi mengatakan pasrah terhadap hasil tersebut. Nasi sudah menjadi bubur begitu mungkin maksud dari Inzaghi. Langsung dimakan saja, tidak usah diaduk dahulu.

Lazio sebenarnya berpeluang besar meraih tiket tersebut andai bisa menang lawan Crotone pekan lalu. Sayangnya cuma bisa seri 2-2. Begitu juga dengan laga ini di mana mereka tampil di depan publiknya sendiri, tapi rupanya pada masih baik hati dengan menyedekahkan tiket tersebut buat Inter.

“Kami seharusnya mampu meraih tiket Liga Champions sejak awal musim. Sebab, kami memiliki perjalanan musim yang hebat. Namun, dengan keuntungan pada pertandingan terakhir, kami malah kebobolan tiga gol melalui skema permainan terbuka,” kata Simone Inzaghi. Mungkin, ini sudah menjadi takdir Lazio tak bisa lolos ke Liga Champions,” ujarnya.

https://twitter.com/sportbible/status/998338077629337600

Main photo: eurosport.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here