Pekan ke-31 Seri A menjadi dua kutub yang berbeda bagi saudara sekontrakan, Milan dan Inter Milan. Jika sang kakak menang telak 4-0 atas Palermo. Lain cerita dengan sang adik yang malah tumbang 1-2 dari Crotone.

Milan sukses menyikat habis Palermo di San Siro dengan empat gol tanpa balas. Memang disayangkan, dikasih waktu 90 menit segitu lamanya, tapi cuma bisa cetak empat gol saja.

Hal itu diakui oleh pelatih Vincenzo Montella yang masih kurang bersyukur dapat rezeki empat gol. Menurutnya, peluang dan waktu yang diberikan sangat banyak sehingga empat gol saja dirasa masih kurang oke.

“Hari ini semua berjalan sempurna. Tapi jika menilik jumlah peluang yang dimiliki, kami seharusnya dapat mencetak lebih banyak gol. Namun, saya sudah cukup puas,” kata pelatih berwajah ganteng maksimal itu.

Milan memang perlu bersyukur Alhamdulillah. Pasalnya, ini kemenangan pertama Milan memenangi laga dengan selisih empat gol. Terakhir kali mereka lakukan itu ketika presidennya masih SBY, yakni pada Mei 2013 saat mengalahkan Pescara 4-0.

Apalagi, yang bikin gol adalah sekumpulan anak muda yang sudah tak labil lagi. Suso, Mario Pasalic, Carlos Bacca, dan Gerard Deulofeu secara bergiliran mencetak gol sampai bikin kiper Palermo terkulai lemas tak berdaya.

Inter Keok Lagi

Lain halnya dengan sang kakak, Inter terkulai lemas tak berdaya kayak kipernya Palermo tadi. Mereka harus mengakui kegagahan Crotone bermain di kos-kosannya sendiri.

Dua gol klub semenjana itu dicetak cukup cepat lewat kaki Diego Falcinelli, pemain yang tidak terkenal. Hanya dalam tempo tiga menit saja, sudah cukup untuk bikin K.O “I Nerazzurri“. Masih lebih lama durasi lagunya Rita Sugiarto yang berjudul “Oleh-Oleh“.

Inter cuma bisa membalasnya melalui Danilo D’Ambrosio, memanfaatkan tendangan sudut yang dilakukan di sudut. Skor 2-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Pelatih dengan rambut tipis, Stefano Pioli, mengakui kalau timnya tampil buruk. Dia mengatakan kalau permainan timnya tidak menggunakan pendekatan yang tepat. Pendekatannya seperti apa, masih belum tahu juga.

Yang pasti, Inter melakukan banyak kesalahan. Padahal, lawannya hanya tim gurem yang kini berada di ambang garis kemiskinan. Yakni berada di posisi ke-19.

Kekalahan ini sekaligus jadi kekalahan beruntun yang dialami klub bernuansa biru-hitam kayak klub Persiram Raja Ampat itu. Sebelumnya, mereka bertekuk lutut di hadapan Sampdoria dengan skor yang sama.

Hasil gambar untuk crotone inter
Pemain Inter terkulai lemas tak berdaya. (Source: La Gazzetta dello Sport)

“Kami membuat banyak kesalahan. Semuanya patut disalahkan hari ini, karena kami punya pemain dengan pengalaman dan kualitas dan tidak memperhitungkan Crotone dengan tepat,” kata Pioli, mantannya Lazio, sambil bersedih hati.

Kekalahan ini juga jadi modal jelek bagi Inter untuk menghadapi derby melawan kakaknya sendiri pada akhir pekan nanti. Sedangkan Milan lagi on-fire.

Main photo credit: Goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here