Kapten AS Roma yang tato di kedua tangannya susah hilang meski digosok pakai sabun, Daniele De Rossi, mengatakan dirinya ragu untuk menjadi pelatih. Entah apa yang mendasari keraguannya, padahal bisa jadi dia berbakat.

Tentu saja pelatih yang dimaksud bukanlah jadi pelatih lumba-lumba sirkus, apalagi melatih semut agar bisa kayang. Pelatih yang dimaksud adalah pelatih klub sepak bola yang pastinya lebih mudah dari sekadar melatih semut kayang.

Selain tidak memikirkan untuk menjadi pelatih, apalagi pelatih lumba-lumba, ia bahkan belum memikirkan soal urusan gantung sepatu. Wajar saja, namanya pemain sepak bola pasti sepatunya banyak. Pastinya repot kalau mengurusi sepatu-sepatu yang akan digantung.

Tetapi umur De Rossi sebenarnya sudah akan mencapai 35 tahun pada bulan Juli mendatang. Usia di mana fisik seorang pemain sudah mulai lembek macam tape kemarin. Padahal sebelumnya, De Rossi sempat mengungkapkan ketertarikannya untuk menjadi pelatih.

Tetapi setelah Roma kedatangan pelatih yang kalau setelah makan sering kenyang bernama Eusebio Di Francesco, De Rossi mengaku kembali menemukan gairahnya untuk bermain sepak bola. Seperti suami yang baru dapat istri muda, ia jadi kembali bersemangat. De Rossi pun belum memutuskan untuk pensiun dalam jangka waktu dekat ini.

“Saya tidak tahu apakah aku akan menjadi pelatih di masa depan,” begitulah kata De Rossi, rada ragu-ragu dan sayup-sayup suaranya, dikutip dari Liputan6.

Hingga saat ini De Rossi masih aktif bermain reguler di Roma. Dalam dua musim terakhir, ia telah bermain sebanyak 66 pertandingan untuk Roma di semua kompetisi. Pemain yang kalau minum cendol sepertinya bakal nyangkut-nyangkut di jenggot itu menyumbangkan tujuh gol selama jangka waktu itu.

“Saya senang dengan bagaimana dua musim terakhirku berjalan. Ketika Saya melihat kembali pertandinganku, itu membuatku bahagia. Saya akan pensiun jika saya sudah mengatakan pada diri sendiri bahwa mungkin sudah waktunya pensiun, tapi sekarang belum,” sambung De Rossi.

De Rossi sudah memperkuat Roma sejak zaman Indonesia dipimpin mantan presiden Abdurrahman Wahid atau tahun 2001. Dari saat itu, jersey yang ia kenakan tidak pernah berganti selain seragam Roma. De Rossi tetap setia bersama “I Giallorossi” dan tak pernah mendua meski banyak yang menggoda.

Secara total, ia sudah membela Roma sebanyak 587 pertandingan di semua kompetisi. Kurang 79 pertandingan lagi, maka De Rossi akan meraih angka yang sering dikaitkan dengan nates alias setan. De Rossi juga mengemas 61 gol dan meraih tiga gelar bergengsi bersama “Serigala Ibukota”.

Main photo: stadiumastro.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here