Tak terasa final Liga Champions musim ini tinggal menghitung hari saja. Namun jangan dihitung mundur per detiknya seperti main petak umpet karena jadinya akan sangat lama. Pada pertandingan yang akan digelar di kota Kiev, Ukraina, Liverpool akan menghadapi sang juara bertahan selama dua musim yaitu Real Madrid.

Jelang dekatnya babak final tersebut, wajar bila psywar-psywar yang membuat hati mendidih mulai dikeluarkan kedua belah pihak. Maksudnya jelas, biar konsentransi lawan buyar dan mainnya berantakan macam lapangan habis gelar dangdutan.

Namun yang terjadi justru bukanlah saling berbalas komentar atupun pantun antara kedua tim finalis Liga Champions 2018. Alih-alih menyindir Madrid, Jurgen Klopp justru malah Jaka Sembung bawa golok alias enggak nyambung blok, dengan menyindir Bayern Muenchen.

Mungkin ada dendam pribadi, Klopp memberikan komentar terhadap tim yang disingkirkan Madrid di babak semifinal Champions itu. Ia menyoroti reaksi berlebihan para pemain Bayern yang meski angkat koper setelah dikalahkan Madrid.

Salah satu pemain “Die Rotten” yang memberikan reaksi yang dinilai Klopp berlebihan adalah Joshua Kimmich. Pemain bertahan Munchen itu mengatakan timnya seharusnya bisa menang dengan skor 7-2 atas Madrid.

Entah apa yang mendasari komentarnnya tersebut. Memang secara statistik Bayern lebih banyak menyerang. Namun unggul statistik serangan belum cukup untuk meloloskan Bayern ke final. Hasil akhir lah yang penting.

“Bayern Munich berpikir mereka tim yang lebih baik di dua laga tersebut, namun siapa yang lebih baik di akhir?” ucap Klopp, dikutip dari Liputan6.

“Madrid butuh dua kesempatan untuk mencetak dua gol. Bayern butuh delapan untuk mencetak satu gol. Mereka berpengalaman dari kepala hingga kaki. Tidak ada kelemahan,” tambah pelatih yang sempat melatih tim yang punya warna kebanggaan mirip plat nomor kendaraan umum, Borussia Dortmund.

Klopp menambahkan bahwa Madrid memang lebih baik karena memiliki banyak pengalaman di partai final. Ia yakin bahwa Cristiano Ronaldo dan kawan-kawannya tidak akan demam panggung sampai harus dirawat inap saat tampil di partai puncak nanti.

“Pengalaman mereka mempersiapkan mereka untuk situasi sulit, jadi kami harus membuat masalah untuk mereka atau mereka akan memberikan masalah untuk kami,” ujar pria asal Jerman tersebut.

Meski telah memuji yang bagus-bagus untuk Madrid, Klopp tetap percaya diri dan menjagokan timnya yang akan menjuarai kompetisi kasta atas klub Eropa itu. Jelas saja, mana ada sudah main di final malah menjagokan lawan apalagi tim yang sudah lolos di babak 16 besar.

“Ada kesempatan untuk Liverpool, kami tahu itu dan Real Madrid juga tahu itu.” Memang hampir dipastikan hingga 99,99% bahwa juara Champions 2018 ini adalah Liverpool atau Real Madrid. Tidak mungkin yang lain.

Pada partai final nanti, Klopp diyakini tetap akan mengandalkan trio maut Firmansah alias Roberto Firmino, Mohamed Salah, dan Sadio Mane di lini serang. Klopp sepertinya tidak akan mengambil resiko dengan memainkan mereka sebagai pemain bertahan sebab ketiganya telah mencetak 29 gol di Liga Champions. Firmino dan Salah masing-masing mencetak 10 gol, sementara Mane mencetak sembilan gol.

https://twitter.com/empireofthekop/status/997888406721048576

Main photo: joburgpost.co.za

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here