Sebuah klub kecil asal Italia resmi dibeli oleh pengusaha asal Indonesia. Michael Gandler yang memimpin SENT Entertaiment yang berada di bawah Djarum Grup, resmi mengakuisisi Como 1907.

Mungkin banyak yang tidak tahu tentang Como 1907. Bukan Como yang “macet lagi, macet lagi… gara-gara si Komo lewat” yang dulu terkenal di kalangan anak-anak 90-an. Tapi merupakan klub sepak bola.

Maklum saja klub ini adalah sebuah klub kecil yang hanya berlaga di Serie C alias kasta ketiga liga Italia. Tapi setelah dibeli pengusaha terkaya asal Indonesia, semua pendukung Como mungkin bisa keluar goa dan berkoar-koar dengan tagar #wearesorich.

Bisa jadi Como nantinya juga bersanding dengan klub anak sultan lainnya macam Paris Saint-Germain atau Manchester City saking kayanya.

“Como kini berada di tangan asing, orang terkaya Indonesia menjadi pemilik saham mayoritas,” demikian tajuk berita Corrieredicomo pada 5 April 2019 lalu seperti dikutip dari Detik.

Saham mayoritas Como sendiri diambil alih oleh Sent Entertainment Ltd. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media dan hiburan yang bermarkas di Inggris.

Sent Entertainment Ltd dikendalikan oleh duo pengusaha asal Indonesia yakni Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Keduanya adalah pemilik perusahaan rokok kretek Djarum dan tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai Rp 461 triliun.

https://twitter.com/Mah5Utari/status/1185065913671831553

Beda memang kalau orang-orang dengan level ‘anak sultan’ sedang jajan. Untuk sobad misqueen macam kita paling-paling jajan makaroni pedas sudah mewah sekali. Tapi kalau anak sultan tentu beda jajannya, bukan micin yang bisa membuat otak mengkerut, melainkan klub sepak bola.

Como dibeli Sent Entertainment Ltd. saat dalam keadaan compang-camping. Manajemen klub sangat bermasalah dan memiliki banyak utang dengan berbagai pihak.

“Kita beli gak sampai Rp 5 miliar. Istilahnya nebus di pegadaian,” kata Mirwan Suwarso, perwakilan Mola TV yang merupakan salah satu usaha milik Djarum.

“1 Juli kemarin enggak punya pemain sama sekali. Aset yang gak keurus, kita poles lagi,” lanjut Mirwan.

Sepanjang sejarah, Como beberapa kali pernah bermain di kancah Serie A, meskipun tidak pernah bertahan lama. Klub berjuluk Lariani ini pertama kali bertanding di kasta tertinggi Italia pada 1949.

Masa kejayaan Como berlangsung pada periode 1984-1989, kala mereka mampu bertahan di Serie A selama lima musim. Pencapaian tertingginya adalah menduduki peringkat kesembilan di tahun 1986.

Pada 2001/02, mereka menjuarai Seri B dan kembali ke Seri A pada musim 2002/03. Bagi generasi emas fans Seri A ketika itu pasti kenal betul dengan tim ini. Meski cuma semusim doang, tapi masih melekat di ingatan.

Main photo: corrieredicomo.it

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here