Timnas Inggris gagal untuk mewujudkan mimpi “Football Is Coming Home”mereka pada gelaran Piala Dunia 2018. Meski tidak bisa mengangkat trofi Piala Dunia, setidaknya timnas Inggris tidak terlalu memalukan dibanding edisi-edisi sebelumnya.

Mereka berhasil melaju hingga babak semi final walaupun akhirnya kalah dan kalah lagi pada perebutan juara ketiga. Lumayan setidaknya dapat juara harapan satu meski tidak diberikan sertifikat. Apalagi ini merupakan prestasi terbaik Inggris sejak Piala Dunia 1990.

Walaupun tidak bisa menjadi juara dunia, timnas Inggris tetap menjadi juara di hati masyarakat negara Ratu Elizabeth itu. Bentuk dukungan warga Inggris salah satunya ditunjukan oleh sebuah jaringan supermarket disana.

Bukan Alfamart atau Indomaret tentunya yang kalau di sini tiap beberapa ratus meter ada tokonya. Namun supermarket bernama Lidl yang memiliki 10 ribu toko yang tersebar di Eropa dan Amerika Serikat.

Lidl menunjukan apresiasi mereka terhadap timnas Inggris dengan menyediakan tempat parkir spesial untuk pelatih dan penggawa timnas Inggris.

Entah apakah di Lidl kembalian 200 rupiah juga diminta disumbangkan atau tidak. Namun yang jelas hal seperti ini sepertinya tidak akan digubris jika di minimarket Indonesia. Orang-orang akan tetap parkir sembarangan saja dan ketika pergi pun dipastikan akan terdengar bunyi priwitan gaib tukang parkir yang muncul tiba-tiba.

https://twitter.com/Ladbrokes/status/1019310855656296451

Hal tersebut dilakukan Lidl pada tiap cabang supermarket mereka di tempat asal masing-masing skuat “The Three Lions”. Misalnya Gareth Southgate yang berasal dari kota Crawley diberikan tempat parkir khusus dengan gambar dirinya. Kemudian juga ada Jordan Pickford dari kota asalnya Washington, serta Harry Kane yang berasal dari Chingford.

Selain gambar diri masing-masing skuat Inggris, slogan “Always Dream Big” juga terpampang di tanda parkir khusus tersebut. Apakah ini juga merupakan bentuk dukungan bagi timnas Inggris agar bermain dengan gaya parkir bus? Tidak ada yang tahu pasti.

“Kami senang dapat menunjukkan apresiasi kepada Gareth dan pemainnya dengan merayakannya di jaringan lokal Lidl. Sebagai supermarket resmi timnas Inggris, kami selalu mendukung mereka selama bertahun-tahun. Kami sangat bangga atas pencapaian mereka,” ujar CEO Lidl Inggris, Christian Hartnagel dikutip dari INews.

Lebih bagus lagi sebenarnya jika bukan hanya disediakan tempat parkir, namun mereka dibebaskan dari biaya parkir. Jadi tidak perlu pusing dan repot menyiapkan dua ribuan lagi ketika berbelanja. Tidak juga harus was-was jika hanya mengambil uang di ATM lalu tiba-tiba ada bunyi peluit ajaib sembari memegang jok motor.

Tentu saja ini merupakan kampanye gerakan bisnis yang bagus dari sang supermarket. Alhasil aksi mereka ini menjadi viral dan namanya jadi terkenal sampai ke Indonesia.

Selain itu, apresiasi juga ditunjukan oleh Departemen Transportasi London yang memutuskan melakukannya dengan cara berbeda. Nama stasiun kereta bawah tanah Picadilly diubah menjadi Stasiun Gareth Southgate selama 48 jam.

Direktur Departemen Transportasi London yaitu Mark Wild merasa Southgate berjasa membawa timnas Inggris di Piala Dunia Rusia. Wild ingin lebih banyak orang mengenal nama Southgate.

“Performa yang ditampilkan Inggris menyatukan banyak insan dalam sebuah perayaan. Kami senang dapat menunjukkan apresiasi kepada Gareth dan timnya dengan mengganti nama stasiun,” ujar Wild.

Main photo: uk.sports.yahoo.com

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here