Kabar penunjukan Julen Lopetegui, atau disingkat J-Lo, sebagai pelatih Real Madrid berbuntut panjang dan berdampak negatif. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) rupanya ngambek dan langsung memecat Lopetegui. Parahnya, pemecatan itu hanya dua hari menjelang lebaran.

Bukan cuma lebaran yang biasanya ada acara open house di istana negara, tapi ada acara besar yaitu Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung malam nanti. Spanyol sendiri bakal main hari Jumat atau dua hari sebelum pemecatan J-Lo.

Kabar ini benar-benar gila, lebih gila dari kemacetan di tol Cikampek saat mudik lebaran yang sudah jadi pemandangan sehari-hari. RFEF benar-benar nekat dan tak peduli dengan itu. Mungkin ingin jadikan masalah ini sebagai pelajaran buat J-Lo dan pelatih-pelatih timnas berikutnya.

Secara terang-terangan RFEF mengungkapkan ke-ngambek-annya kepada J-Lo. Mereka kesal lantaran J-Lo sama sekali tak memberi kabar jika didekati Madrid. Bahkan setelah mereka deal, tak ada informasi apapun.

J-Lo baru memberitahu federasi hanya lima menit sebelum pengumuman yang dilakukan Madrid. Mereka langsung berasa dilangkahi, ditikung, lebih parahnya disodok dari belakang. RFEF merasa kecolongan meski itu wajar karena Spanyol memang merupakan singkatan dari “Separo Nyolong”.

https://twitter.com/shotongoal247/status/1006839426318823424

“Negosiasi tidak diinformasikan kepada kami sebelumnya. Kami baru tahu lima menit sebelum dia resmi menjadi pelatih Madrid. Ada cara yang harus Anda lakukan, Julen telah bekerja sangat baik bersama tim ini, tetapi kami tak dapat menerima bagaimana dia telah bertindak dalam kasus ini,” kata Presiden RFEF, Luis Rubiales, dikutip Kompas. 

Kabar pemecatan ini jelas bikin J-Lo jadi sedih meski tampaknya tak sampai mengurung diri di kamar mandi. Mimpi meraih juara dunia harus pupus cuma gara-gara salah langkah yang kurang santun. Memang begitulah pekerjaan, salah sedikit bisa dipecat kemudian.

Padahal, karier J-Lo di timnas ini benar-benar luar biasa. Dia naik pangkat dari timnas Spanyol U-19, lalu U-21, kemudian timnas senior. Bersama U-19 dan U-21 dia membawa Spanyol jadi kampiun Piala Eropa. Wajar jika J-Lo sangat berharap bisa meraih juara juga bersama timnas senior. Apalagi, kariernya sebagai pemain dulu tak indah-indah amat.

“Saya sangat sedih. Tapi saya mendoakan Spanyol bisa menjalani Piala Dunia yang luarbiasa dengan menjadi juara. Spanyol punya tim yang hebat, dan saya berharap Spanyol bisa juara,” kata Lopetegui dilansir Marca, yang di-copas dari Viva. 

Timnas Melawan

Pemecatan ini ternyata bukan cuma berdampak pada sisi karier J-Lo sebagai pelatih timnas, tapi juga merusak psikologis pemain. Bahkan kabarnya, suasana di timnas Spanyol jadi tak seharmonis dulu.

Para pemain mengajukan protes dengan pemecatan ini. Mereka tak ingin J-Lo pergi. J-Lo yang Lopetegui saja dipaksa tak boleh pergi, apalagi J-Lo yang Jennifer Lopez atau Jelly Jelo, bisa-bisa disekap terus di ruang ganti.

Menurut mereka, RFEF terlalu impulsif, gengsi semata, dan tidak pikir-pikir dulu. Bukannya menyelesaikan masalah, justru menghadirkan masalah baru. Akhirnya masalah malah jadi makin besar.

Soalnya, para pemain sudah merasa nyaman dengan J-Lo. Bayangkan, selama kepelatihan pelatih berwajah ganteng minimalis itu, “La Furia Roja” tak pernah menderita kekalahan. Bahkan tak pernah kalah dari Indonesia dan Thailand.

Seorang pemain yang tak mau disebutkan namanya menilai bahwa timnas bukanlah klub yang bisa seenaknya memecat pelatih. Apalagi menjelang turnamen besar seperti, cuma dua hari pula. Biasanya kalau ada masalah begini, timnas bakal menunggu sampai turnamen usai baru ambil keputusan.

https://twitter.com/MARCAinENGLISH/status/1007032376269201408

“Ini bukan klub, di sini kami datang untuk memenangi Piala Dunia, semua ini menyakiti kami, jika Anda merasa sakit. Pertahankan harga diri Anda, dan mari kita bermain,” kata pemain tersebut saat melakukan rapat besar.

Hal itu juga didukung oleh Juanito, mantan pemain timnas Spanyol zaman dulu. Pemecatan macam ini bakal berdampak besar tak hanya dari sisi psikologis, tapi juga teknis. Para pemain sudah terbiasa dengan taktik yang dipakai J-Lo, nanti bakal ada penyesuaian lagi dari pelatih atau caretaker baru.

“Saya pikir dia bisa memainkan peran dengan baik, dan akan sangat baik untuk tidak melakukan pergantian sampai Piala Dunia selesai, semua sekarang sudah berubah menjadi tidak baik,” kata Juanito.

Sebagai pengganti J-Lo, Spanyol sudah menunjuk Fernando Hierro, bek lawas Madrid yang sekarang jadi Direktur Teknik timnas. Hierro cuma ditugaskan sampai Piala Dunia selesai.

Ada-ada saja timnas Spanyol ini. Mungkin mau pengalihan isu bangkrutnya Billy Syahputra.

Main photo: @Realmadridplace 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here