Italia memastikan diri ke semifinal UEFA Nations League usai menundukkan Bosnia Herzegovina dengan skor standar banget, 2-0. Memang tak perlu skor muluk-muluk, 2-0 saja sudah cukup.

Soalnya, Italia memang butuh kemenangan berapapun skornya. Mau dikata menang 32-31 juga tak masalah. Pasalnya, saat yang sama Belanda juga meraih kemenangan atas Polandia.

Berhubung poin Italia lebih banyak, maka “Azzurri” lah yang pantas ke semifinal bersama Belgia, Prancis, dan Spanyol.

Hasil ini sekaligus membawa angin segar bagi dunia persilatan Italia lantaran belakangan sepak bolanya lagi anyep macam bakwan kelamaan dipajang.

Terakhir kali Italia melangkah ke level teratas yakni pada Piala Eropa 2012 tapi dibantai 0-4 di final oleh Spanyol. Berikutnya di Piala Eropa Dunia 2014 enggak lolos grup, lalu pada Piala Eropa 2016 cuma sampai perempat final. Paling parah 2018 kemarin, lolos saja enggak.

Makanya, di bawah asuhan Roberto Mancini, mereka perlahan berubah. Pemain-pemain muda dipercaya mengisi tempat di timnas. Skuat mereka memiliki rata-rata usia pemain yang rendah, yakni 26,5 tahun. Beberapa di antaranya bahkan masih berusia 20 hingga 23 tahun.

Melihat potensi darah muda darahnya para remaja macam lagunya bang Rhoma, Italia boleh merajut asa untuk mengembalikan kejayaannya.

“Saya pikir kami memiliki beberapa pemain muda yang sangat bertalenta. Kami hanya perlu memberi mereka kesempatan bermain,” ujar Mancini dikutip dari Bolanet.

“Ada sedikit kesulitan di awal, namun bila mereka punya talena, kemampuan mereka akan muncul dalam enam atau tujuh bulan. Tim muda Italia penting buat kami, dan telah membantu para pemain untuk naik tingkat,” lanjutnya.

Pada jalannya laga, Mancini tidak bisa mendampingi Italia lantaran masih diserang Corona. Meski begitu, mereka tetap bisa menang 2-0.

Andrea Belotti membuka kemenangan lewat tendangan sambil sleding tapi bisa gol. Sambil sleding saja bisa gol, apalagi sambil tiduran. Belum tentu gol.

Domenico Berardi lalu menggandakan keunggulan Italia di babak kedua lewat sebuah umpan cerdas maksimal dari Manuel Locatelli. “Sassuolo Connection“, kalau kata netizen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here