Italia masih sempurna. Terus melaju dengan kemenangan dan tanpa kebobolan. Italia sukses ke 16 besar dengan 3 kemenangan, 7 bobol gawang orang, tanpa kebobolan. Gawang Gigi Donnarumma pun tetap perawan ting-ting.

Menghadapi Wales yang kalau dibalik jadi “Selaw”, Italia berhasil menang tipis 1-0. Skor ini beda dari skor-skor sebelumnya yang template copy paste 3-0. Namun, skornya beda lantaran Roberto Mancini menurunkan tim lapis kedua.

Sebagian besar starter di dua laga awal tidak diturunkan. Mancini cuma mengandalkan Donna, Leonardo Bonucci, dan Jorginho. Itu juga pada diganti di babak kedua.

Hasilnya? Italia tetap solid dan main atraktif. Federico Chiesa yang menggantikan peran Domenico Berardi berhasil beberapa kali mendobrak pertahanan Wales.

Fans Italia tampak “selaw” alias santai melihat permainan meyakinkan Italia ini meski menurunkan lapis keduanya. Tidak banyak berbeda, meski tetap masih ada bedanya.

Gol baru tercipta di menit ke-39 lewat tendangan bebas Marco Verratti yang diteruskan Matteo Pessina. Semua berkat Federico Bernardeschi karena melakukan gerak tipuan tidak penting ketika free kick. Sepertinya 23 pemain Wales baik di lapangan maupun luar lapangan serasa tertipu dengan gerakan dummy tersebut.

Di babak kedua, Berna kembali merepotkan pertahanan Wales setelah tendangan bebasnya yang tidak dummy, berhasil mengenai tiang gawang. Tak lama kemudian dia juga bikin Ethan Ampadu dikartu merah.

Aksi serobot bola dari Bernardeschi memaksa Ampadu mengeluarkan jurus tekel kasar yang bisa bikin kaki ganteng Bernardeschi cedera. Untung dia tidak apa-apa.

Wales cuma punya satu peluang terbaiknya lewat tendangan takraw Gareth Bale. Sudah tak terkawal, tapi tendangannya melayang tak keruan.

Untung saja Wales tetap bisa menahan gempuran dari para pemain Italia yang sudah jago berbahasa Italia sejak kecil. Kekalahan 0-1 sudah cukup membuat Wales masuk posisi runner-up grup A.

Sedangkan di laga lain, Swiss memang sukses membantai Turki 3-1, tapi Swiss kalah dalam selisih gol. Itulah mengapa, Wales juga ogah-ogahan nyerangnya. Mending main aman.

SHARE
Previous articlePuk-puk-puk… Spanyol Kembali Bapuk
Next articleDuo Bebel Sempurna, Meski Belum Sesempurna Italia dan Andra
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here