Italia nyaris saja tersingkir di babak awal knock out kala menjamu tim yang kurang diunggulkan, Austria. Andai saja tidak ada VAR, Italia mungkin bisa saja tersingkir lebih awal.

Tim Azzurri boleh bernafas lega pada akhirnya karena mampu lolos ke perempat final usai menang 2-1. Namun itu juga mesti lewat babak perpanjangan waktu. Austria benar-benar memberi perlawanan dan tidak memberi kesempatan buat Italia untuk masuk ke kotak pertahanannya.

Hampir saja Italia kena mentalnya, apalagi kalau sampai mengalami kekalahan. Pasti damage-nya gede banget.

Selama dua babak, Italia memang tampak buntu. Beberapa peluang tercipta, salah satunya kena tiang hasil tendangan LDR Ciro Immobile. Pertahanan Austria memang tampak kokoh bak tembok-tembok rumah pengacara.

Sebaliknya, Austria justru bisa mencetak gol. Pada menit ke-65, sundulan Marko Arnautovic membuat suporter Italia terdiam. Kaget gawang mereka bisa kebobolan setelah katanya cleansheet setelah 11 pertandingan.

Namun, beruntung ada teknologi namanya VAR. Mereka bisa mengelus dada dan menghela nafas. Soalnya posisi Arnautovic memang jelas-jelas offside. Selamatlah gawang Italia yang dikawal Gigi Donnarumma. Kalau saja itu sah, sudah pasti Italia kesulitan buat membalasnya. Wong sampai menit 90 saja tidak bisa bikin gol.

Pertandingan dilanjutkan sampai babak perpanjangan. Roberto Mancini memasukkan beberapa pemain yang memberikan manfaat besar. Manuel Locatelli, Federico Chiesa, dan Matteo Pessina. Mereka sukses memberikan perubahan dan memecah kebuntuan.

Chiesa akhirnya mampu menjebol gawang Austria pada menit ke-95. Umpan cerdik Leonardo Spinazzola mampu melihat posisi kosong Chiesa. Dengan sekali gocek, anak kandungnya Enrico Chiesa itu langsung menembak bola dari sudut rada sempit.

Di babak kedua perpanjangan, Pessina menggandakan keunggulan sekaligus bikin Italia merasa pede bisa memastikan kemenangan. Umpan ribet Francesco Acerbi mampu dimanfaatkan Pessina untuk mencetak gol.

Warga Italia termasuk warga Indonesia yang mendukung Italia, sudah merayakan kemenangannya meski pertandingan belum selesai. Para pemain Fantasy League sudah menghitung-hitung berapa poin yang mereka bawa pulang hasil memasang Spinazzola, Leo Bonucci, dan Donnarumma.

Sayang sekali, pemain pengganti bernama Sasa Kalajdzic membuyarkan hitung-hitungan itu. Tendangan sudut Louis Schaub mampu disambut kepala Kalajdzic sambil nyusruk. Padahal sudah dikawal empat pemain Italia sekaligus, tapi dapat saja itu bola.

Bola pun masuk ke gawang Italia dan bikin suporter Italia kembali menahan nafas lagi. Pertandingan masih menyisakan enam menit, bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kebobolan pada menit ke-120 misalnya. Lalu kalah adu penalti. Sungguh menyesakkan dada.

Untung lah, hal itu tidak terjadi. Setelah wasit meniup peluit panjang, warga Italia dan pendukungnya boleh bernafas lega. Setidaknya, gol si Sasa bukan mecin itu bisa mengingatkan fans Italia supaya jangan sombong-sombong amat. Gawang Italia bisa dibobol kapan saja, oleh siapa saja.

SHARE
Previous articleDenmark Pesta Gol, Dolberg Bikin Wales Jadi Dodol
Next articleKarena De Ligt Setitik, Rusak Susu Se-Belanda
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here