Ternyata bukan Indonesia saja yang mengalami ancaman isu ketenagakerjaan dari Cina atau Tiongkok. Klub-klub Eropa mendapat serbuan serupa. Bedanya, justru Cina yang meminta para pemain untuk bekerja di sana, bukan sebagai kuli, tapi sebagai pesepak bola.

Isu ketenagakerjaan kali ini menimpa klub bernama Chelsea tanpa Islan. Klub asal London itu kini sedang heboh gara-gara striker mereka, Diego Costa, diiming-imingi klub asal Cina. Masih belum ketahuan klub mana yang tertarik kepada Costa, yang jelas bukan Semen Padang.

Gara-gara isu tersebut, pemain berusia 28 tahun itu katanya berantem dengan Antonio Conte. Meski tak sampai jambak-jambakan rambut, tapi Costa kabarnya sudah absen latihan selama tiga hari tanpa surat keterangan sakit dari dokter.

Seperti dilansir Sky Sports, Costa sepertinya tergoda dengan gaji sebesar 30 juta pound dari Cina, atau setara dengan Rp 486 miliar-an. Dengan uang segitu, Costa bisa beli apartemen mewah di Dharmawangsa Residences. Jika dia mau.

Menurut kabar burung entah burungnya siapa, Costa melakukan tindakan tak terpuji setelah beradu argumen dengan Conte. Usai kejadian tersebut, muncul banyak spekulasi. Salah satunya karena godaan dari klub Cina yang sudah mengiming-iminginya gaji besar sebesar punyanya DJ Butterfly.

Spekulasi semakin besar karena Conte sempat meradang sekaligus menutup perdebatan dengan berteriak, “Pergi sana ke China.” Costa mungkin sudah tak sabar untuk menuntut ilmu sampai ke negeri Cina.

Tak hanya Conte, Costa juga kabarnya berselisih dengan dua staf pelatih kebugaran “The Blues“. Akibat dari kelakuan pemain yang wajahnya mirip manusia purba itu, Chelsea mencoret namanya dari daftar skuat pemain untuk menghadapi Leicester.

Menurut pengamat sepakbola Inggris yang juga dulunya mantan pemain, Graeme Souness, jika Chelsea kehilangan Costa pada bulan ini, maka klub tersebut tak bisa memenangkan Liga Primer.

Pasalnya, penampilan Costa ibarat cucu pertama baru lahir, lagi disayang-sayangnya oleh engkong dan nyai-nya. Dia sudah mencetak 14 gol dalam 19 pertandingan Liga Primer. Makanya sangat disayangkan jika mantan pemain Atletico Madrid itu capcus ke Cina.

“Chelsea bisa kehilangan Costa maka mereka tak akan memenangi Liga Primer. Harus ada solusi agar semua pihak senang,” ujar Souness, rada sotoy.

Memang betul kata Souness, diperlukan solusi bersama untuk mewujudkan Chelsea yang maju, nyaman, tenteram, dan sejahtera.

Main photo credit: Goal.com diolah kembali Bolatory

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here