Laga kedua grup B Piala Dunia 2018 antara Spanyol dan Iran menjadi pertandingan hidup mati bagi tim Matador. Kemenangan wajib diraih demi mengumpulkan poin dan melaju ke babak selanjutnya. Tidak cukup hanya belanja dengan minimal pembelian lalu dapat poin yang bisa ditukar dengan gelas cantik.

Beruntung bagi Spanyol yang berhasil menaklukan Iran dengan skor tipis saja 1-0. Pertandingan sejatinya bisa berakhir dengan kedudukan 1-1 sebab Iran juga sempat mencetak gol. Namun teknologi VAR yang belakangan sering jadi momok di Piala Dunia, kembali makan korban. Gol Iran yang sudah dirayakan tersebut dianulir berkat bantuan dari VAR.

Kemenangan tersebut membuat persaingan di Grup B menjadi semakin sengit. Seperti diketahui bahwa Iran sebelumnya telah meraih tiga poin setelah mengalahkan Maroko. Sedangkan Spanyol dan Portugal yang pada pertandingan pertama meraih hasil imbang kini telah mengumpulkan empat poin.

Sejak babak pertama dimulai, Spanyol menunjukan dominasi dengan menguasai pertandingan. David De Gea pun menjadi sedikit gabut dan jarang terlihat di kamera. Untung saja dia sudah sering masuk TV. Gawang De Gea juga tidak lantas dipindahkan hingga setengah lapangan.

Hingga 15 menit pertama, Spanyol unggul penguasaan bola hingga 75 persen. Namun Iran yang bermain tenang dan sabar sanggup menahan gempuran tim Matador. Kalau mainnya tidak sabar macam ibu-ibu mau naik kereta, mungkin sudah kebobolan banyak Iran tadi malam.

Meskipun Spanyol menguasai pertandingan, hingga babak pertama usai, kedudukan bertahan 0-0 bagi kedua tim.

https://twitter.com/brfootball/status/1009543892251873280

Spanyol yang tetap mendominasi di babak kedua langsung mendapat peluang emas di menit ke-49. Sergio Busquets melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti namun masih bisa ditahan Alireza Beiranvand dengan tangan sendiri. Kalau pakai tangan temannya bisa dihitung handball soalnya sama wasit.

Tiga menit berselang Iran gantian mengancam melalui Karim Ansarifard. Namun tendangannya hanya numpang lewat samping gawang De Gea saja tanpa permisi.

Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-54 melalui Diego Costa lewat sebuah gol kocak meski tidak selucu menonton Komeng dan Adul. Antisipasi Ramin Rezaeian yang berusaha membuang bola sialnya malah membentur kaki Costa. Bola kemudian bergulir ke pojok gawang tanpa mampu dihalau oleh Alireza.

Iran akhirnya membalas lewat sebuah gol di menit ke-62. Berawal dari sebuah tendangan bebas, keriuhan terjadi di depan gawang Spanyol macam sedang bubaran pabrik yang ramai sekali. Bola liar kemudian disepak oleh Saeid Ezzatollahi melewati dua kolong pemain Spanyol yang kebetulan jarang memakai rok saat bermain bola.

Para pemain Iran yang sudah merayakan gol tersebut lalu direcoki oleh wasit yang akan meninjau keputusan VAR. Setelah dilihat dengan seksama melalui tayangan video yang bukan format .3gp itu, wasit akhirnya memutuskan untuk menganulir gol tersebut.

Iran yang menciptakan beberapa peluang setelahnya masih gagal berbuah hasil baik. Hingga pertandingan berakhir, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan Spanyol.

Fernando Hierro mengatakan lega bisa menang melawan Iran yang menurutnya adalah lawan sulit.

“Kami sudah tahu pertandingan akan sangat sulit, dan cukup yakin, tadi adalah sebuah pertandingan yang sangat kompleks. Iran adalah sebuah tim yang tangguh dan sangat sulit mencetak gol melawan mereka. Kami sudah tahu seberapa sulitnya, tapi sekali lagi para pemain saya sudah memberi segalanya,” ujar Hierro dikutip dari Detik.

Pada pertandingan terakhir, Spanyol akan melawan Maroko yang sudah pasti tersingkir. “La Furia Roja” hanya butuh hasil imbang untuk memastikan lolos ke babak selanjutnya.

https://twitter.com/JDFootball/status/1009529214087942152

Main photo: intothecalderon.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here