Mantan striker Milan, Filippo Inzaghi, mengaku masih terus memikirkan nasib mantannya meski tak lagi bersamanya. Pelatih yang kini menangani Venezia itu berharap ada striker masa depan Milan yang mampu meneruskan era kejayaan “I Rossoneri“.

Inzaghi mengaku kalau dirinya masih mengikuti perkembangan Milan. Mungkin sesekali mengintip atau stalker timeline sang mantan. Menurutnya, Milan saat ini belum punya deretan striker yang mampu menggantikan era kejayaannya dulu.

Sekitar 8-12 tahun silam, Milan memang punya striker-striker kelas dunia. Sebut saja Andriy Shevchenko, Hernan Crespo, Alberto Gilardino, sampai Inzaghi, sang raja offside, the right man in the right place.

Yang bikin tersentuh dan terenyuh, cowok mapan berusia 43 tahun itu pernah melihat suporter Milan yang memakai kaus dengan nama dirinya. Artinya, para pendukung Milan masih rindu dengan kejayaan masa lalu.

Zaman di mana masih ada Paolo Maldini, Kaka, Clarence Seedorf, Shevchenko, Andrea Pirlo, hingga Dida yang mampu memberikan dua gelar trofi Liga Champions.

 

Bandingkan dengan sekarang, lolos ke Liga Champions saja tidak. Bahkan musim ini pun mereka harus kembali memupuskan niat dan harapannya masuk ke kompetisi teratas di Eropa itu.

Boro-boro main di Eropa, di Italia saja gelagapan. Macam cabe-cabean naik motor kecebur kali. Semoga saja mereka ikhlas.

“Saya masih memikirkan Milan. Ketika saya melakukan perjalanan bersama Venezia, saya masih melihat suporter Milan yang menggunakan jersey saya. Saya sangat berharap Milan dapat kembali berjaya seperti dulu,” ungkapnya dikutip dari Bola. 

Inzaghi kemudian menyebut sebuah nama. Pemain yang diperkirakan bisa jadi penerus dirinya dan teman-teman sebayanya di Milan. Pemain itu adalah Gianluca Lapadula.

Menurut pria berambut hitam berkilau ala gadis Sunsilk itu, Lapadula telah memberikan performa yang menjanjikan. Dia cukup sabar dan ikhlas saja untuk mendapat kepercayaan dari pelatih.

“Saya dan Lapadula mewarisi nomor punggung Marco van Basten, yakni nomor sembilan. Saya akui hal itu adalah hal yang sangat berat, tapi bukan berarti tidak bisa melakukannya,” kata Inzaghi.

Inzaghi memang dikenal sebagai salah satu striker kelas dunia pada zamannya. Dia turut membantu Italia merengkuh gelar Piala Dunia 2006. Gaya bermainnya kayak kecoak di ruang tamu. Tahu-tahu muncul dan bikin kaget.

Makanya suka dibilang “The right man in the right place“. Dia sangat jago untuk mengambil posisi dalam mencetak gol serta insting-nya yang kuat. Tajam, aktual, dan terpercaya. Padahal, skill-nya biasa saja. Tidak punya kemampuan khusus dalam menggocek dan berlari.

Terbukti selama 11 musim di Milan, Inzaghi mencetak 126 gol dari 300 penampilan. Menempatkan dirinya di peringkat keenam dalam daftar pencetak gol terbanyak di Milan.

Main photo credit: Pinterest (Bilbao Kick Back)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here