Inter Milan nampaknya harus kembali tertidur agar bisa kembali bermimpi bermain di ajang Champions musim depan. Agar nyenyak, sebaiknya minum Antimo dahulu sebelum tidur. Pasalnya mimpi mereka tersebut sepertinya masih sulit menjadi kenyataan.

Hal tersebut terjadi setelah mereka menerima kekalahan kocak atas tim berseragam putih hijau macam lontong yang sudah terbuka, Sassuolo. Pada pertandingan lanjutan Serie A yang digelar di Giuseppe Meazza, “La Beneamata” menderita kekalahan menyakitkan 1-2 atas Sassuolo.

Sepertinya lebih baik kalah telak kalau begitu ceritanya. Jadi jelas begitu kalau memang mereka kalah level. Tapi kalah tipis satu gol bisa membuat mimpi mereka yang berharap dapat mendengar The UEFA Champions League Anthem bisa berubah jadi mimpi dikelonin sama Mimi Peri.

Paling-paling kalau mau dengar lagu anthem tersebut cuma lewat TV atau Youtube. Bahkan ada yang subtitle bahasa Indonesianya.

Sial bagi Inter yang kini tidak bisa menentukan nasib sendiri. Walau pada dasarnya nasib kita ditentukan oleh yang di atas, kini Inter hanya bisa menggantungkan nasib pada pertandingan lain.

Dengan sisa satu laga, secara matematis AS Roma sudah tidak terkejar di peringkat ketiga dengan 73 poin. Namun itu secara matematis, kalau secara perhitungan asal-asalan ala Toni Blank mungkin bisa saja terkejar.

 

https://twitter.com/IFTVofficial/status/995489842837557248

Inter sendiri tertahan di peringkat lima dengan 69 poin dari 37 pertandingan. Sebuah angka yang terdengar erotis bagi para penikmat film biru. Kini mereka menunggu hasil pertandingan dari Lazio melawan Crotone. Lazio sendiri berada di peringkat empat dengan perolehan 71 poin dari 36 pertandingan.

Apabila Lazio berhasil menang melawan Crotone nanti, otomatis Inter harus memperbanyak tidur kembali agar bisa menikmati mimpi bermain di Liga Champions.

Pada pertandingan yang digelar di kandang sendiri, Inter turun dengan kekuatan terbaiknya. Namun ternyata tim terbaik Inter tersebut belum mampu menaklukkan Sassuolo. “Nerazzuri” bahkan harus kebobolan dua gol terlebih dahulu.

Gol pertama Sassuolo dicetak pada babak pertama tepatnya di menit ke-25. Matteo Politano berhasil membuat gol melalui tendangan bebas cerdik. Pada sepakan bola mati dari luar kotak penalti itu, ia menipu sejumlah pagar betis Inter yang malah meloncat ketika tendangan dilakukan, macam lagi panik terserang kecoak WC.

Bola tendangannya yang mendatar alhasil melewati bawah kaki pagar betis tersebut. Samir Handanovic yang tidak menyangka akan kedatangan bola yang tiba-tiba juga tidak sempat beres-beres dan menyiapkan cemilan. Ia hanya bengong saja melihat bola masuk ke dalam gawang. Sassuolo unggul 1-0.

Situasi makin berat setelah Sassuolo menggandakan keunggulan pada menit ke-72 melalui Domenico Berardi. Sebuah gerakan kotak+X yang dikombinasikan dengan kotak+R2 menghasilkan sebuah sepakan cantik dari luar kotak penalti. Milan Skriniar bisa-bisa patah pinggang gara-gara kena tipu tendangan kotak+X Berardi.

Delapan menit berselang Inter baru berhasil membalas. Tendangan keras mendatar Rafinha berhasil dimanfaatkan oleh tiang gawang untuk merubah arah bola. Entah siapa yang dihitung mencetak gol. Rafinha atau tiang gawang. Hingga waktu normal berakhir Inter tidak bisa membuat gol tambahan dan menelan kekalahan.

Luciano Spalletti mengatakan kekalahan tersebut menyakitkan bagi Inter. “Kekalahan ini menyakitkan, terlebih karena tim bermain bagus, apalagi dari segi hati dan usaha yang dikeluarkan,” kata Spalletti seperti dikutip dari Detik.

“Ada rasa pahit karena dengan memenangi laga ini, kami tidak akan perlu menunggu hasil pertandingan Crotone vs Lazio dan semua akan dipertaruhkan di Olimpico (melawan Lazio),” lanjutnya menambahkan.

Main photo: ghanasoccernet.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here