Inter Milan benar-benar luar biasa, fantastis, dan sensasional. Entah kata pujian apa lagi yang bisa disematkan kepada tim berkostum mirip Persiram Raja Ampat itu.

Abang sekontrakannya, bernama AC Milan, yang garis-garisnya warna merah-hitam, sukses dibantai dengan skor 3-0 di kandangnya Milan. Meski tidak ada bedanya, sama-sama satu kontrakan, tapi status Milan di sini bertindak sebagai tuan rumah.

Inter menunjukkan mereka beda level dengan saudaranya itu. “Nerazzurri” tampak lebih solid, matang, liar, dan membuat semua orang menjadi gempar. AC Milan bisa diuntal dengan skor sangat telak kayak begitu.

Ini sih seperti bukan derbi saja. Macam pertarungan antara tim papan atas dengan papan skateboard, meluncur tak keruan.

Baru lima menitan berjalan, saat Milanisti masih sibuk cari streaming gratisan lantaran RCTI lebih memilih serial Ikatan Cinta, Inter sudah mencetak gol.

https://twitter.com/FansNerazzurri/status/1363520628314148867

Sebuah aksi manis Romelu Lukaku memberikan umpan silang kepada Lautaro Martinez yang disundul sigap. Meski rambutnya lancip-lancip, tak membuat sundulan Lautaro jadi meleset.

Milan mencoba membalasnya namun kiper Samir Handanovic tumben lagi jago banget. Dia tidak mengeluarkan jurus telekinesis yang tak bergerak. Di laga ini, Handa aktif banget ya, bund…

Tercatat ada tiga serangan berbahaya Milan yang bisa ditepis Handa. Dua di antaranya adalah sundulan Zlatan Ibrahimovic.

Sebaliknya, Inter justru mencetak dua gol lewat skema serangan balik yang mantap dan efektif. Lautaro kembali mencetak gol lewat serangan counter yang tak bisa dicegah para pemain Milan. Serangan berakhir di Ivan Perisic yang mengoper pendek kepada Lautaro.

Hanya berselang sembilan menit, Inter kembali mencetak gol. Kali ini Lukaku yang lagi gacor berusaha sendiri. Dia sudah enggan memberikan operan kepada orang lain. Mumpung sudah unggul dua.

Serangannya tak bisa dibendung sama sekali oleh Alessio Romagnoli dan Gigio Donnarumma. Setelah dribble bola dari agak tengah lapangan, dia menyelesaikannya dengan sebuah shot keras yang tak bisa dielakkan. Sebuah tendangan tanpa alasan yang tak bisa dibendung Donna.

Skor 3-0 sudah cukup bagi Interisti berpesta untuk mem-bully Milanisti mulai dari hari ini sampai tahun depan. Sampai mereka bertemu lagi.

https://twitter.com/brfootball/status/1363542314468147202

Sang nahkoda Inter bernama Antonio Conte sangat senang dan bangga dengan performa anak asuhannya. Apalagi bisa mempertahankan diri berada di puncak klasemen.

“Laga kali ini tidak akan terlupakan, karena menjadi derbi pertama antara kedua tim yang sama-sama berada di posisi teratas klasemen setelah sekian lama. Semoga kemenangan lain yang lebih nikmat juga segera datang,” ujar Antonio Conte.

Sementara itu, Stefano Pioli mengakui kemenangan Inter yang sukses meredam gaya sepak bola Milan. Dia menjelaskan kekurangan timnya di laga itu. Padahal kekurangannya sudah jelas, yaitu kekurangan gol.

“Kami juga kurang agresif karena tak ingin memberi ruang lebih banyak untuk Inter, yang akan menguntungkan mereka dalam situasi dua lawan dua. Kualitas mereka terlihat di babak kedua. Memang tak mudah memenangi bola melawan mereka,” ujarnya.

SHARE
Previous articleMeski Menang Pelit, Tapi Madrid yang Penting Solid
Next articleArsenal Bikin Sulit, City Tetap Menang Walau Irit
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here