Inter rupanya tak mau kalah dari Barcelona dan Bayern Muenchen. Mereka ikut-ikutan melakukan pembantaian meski hanya dilakukan di Seri A lawannya pun Atalanta, bukan di Liga Champions. Tapi itu saja sudah lumayan, pasalnya ini dua kalinya berturut-turut Inter menang besar.

Inter sukses menjadikan Atalanta seperti remahan rengginang di kaleng Khong Guan saat lebaran. Mereka meremukkannya dengan skor gede banget, mencapai 7-1.

Dua pemain bahkan mencetak hattrick. Mereka adalah Mauro Icardi dan Ever Banega yang rakus banget bikin gol sampai tiga. Sedangkan satu gol lainnya dibuat oleh Roberto Gagliardini, anggota baru dalam grup boyband Inter.

Inter mengawali pesta lewat tiga gol beruntung sang kapten Icardi. Gol pertama memanfaatkan kemelut dari tendangan bebas yang tiba-tiba Icardi dapat bola untung-untungan.

Gol kedua diciptakannya lewat tendangan penalti setelah dilanggar sang kiper Atalanta yang tak mau menyebutkan namanya. Lewat tendangan Panenka, Icardi sukses membobol gawang yang tendangannya mengambang kayak bawang goreng di kuah bakso.

Inter menambah dua gol lagi melalui Ever Banega yang menerima umpan membelah asmara dari Antonio Candreva. Banega kemudian mengulangi lagi kelakuannya dan lagi-lagi menerima umpan membelah asmara dari Candreva.

Atalanta sempat memperkecil kedudukan lewat Remo Freuler. Tapi, sepertinya gol itu sekadar formalitas belaka karena lagi dan lagi Inter menambah keunggulan lewat Gagliardini dan Banega. Penonton sampai bosan dibuatnya.

“Istimewa. Semua orang bermain sempurna. Padahal ini pertandingan level tinggi karena Atalanta termasuk lawan berat yang jarang kebobolan,” ujar pelatih Stefano Pioli, seperti dikutip dari Mediaset Premium. 

remahan rengginang
Ini dia remahan rengginang (buletan merah) yang kayak Atalanta. (Source: Instagram @itohpohan, diedit Bolatory)

Atalanta memang tim yang termasuk jarang kebobolan musim ini. Sebelum jadi remahan rengginang, mereka hanya kebobolan 26 gol. Pertahanan ketiga terbaik setelah Juventus (19 gol) dan Roma (25 gol).

Sayang, saat lawan Inter kemarin entah kenapa mereka mainnya kayak karyawan belum pada gajian, malas-malasan. Mereka cuma asal menendang dan menghalangi laju pemain Inter saja, tak ada yang coba main lebih serius sedikit. Padahal kalau menang saja kan lumayan, bisa dapat tiga poin.

Tapi berhubung “La Dea” yang kostumnya juga sama kayak Inter itu tidak mau ambil poin, satu pun tidak, maka mereka memilih untuk kalah. Kalahnya pun dibantai tanpa basa-basi.

Main photo credit: Corriere della Sera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here